Ni Made Ayu Trisna Wardani
Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA AIR DI WILAYAH TANJUNG BENOA Ni Made Ayu Trisna Wardani; I Made Suindrayasa; Made Oka Ari Kamayani; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p06

Abstract

Watersport memiliki potensi terjadinya kecelakaan wisata air yang dapat menyebabkan bahaya fisik hingga kematian akibat kurangnya penerapan safety culture. Salah satu faktor yang mempengaruhi safety culture adalah efikasi diri. Pramuwisata wisata air memiliki peranan penting dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Salah satu lokasi wisata air yaitu di Wilayah Tanjung Benoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasional dengan model pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata yang bekerja di perusahaan watersport di Wilayah Tanjung Benoa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dengan total sampel berjumlah 91 pramuwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pramuwisata memiliki efikasi diri dalam kategori sedang sebanyak 61 responden (67%) dan mayoritas safety culture dalam kategori baik sebanyak 46 responden (50,5%). Uji Spearman Rank didapatkan hasil nilai p = 0,0001 < 0,05 dan nilai r = 0,459. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif yang sedang antara efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air di Wilayah Tanjung Benoa. Pengelola watersport diharapkan memberikan pelatihan pertolongan pertama sehingga diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri dan safety culture pramuwisata.