Articles
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA GIGITAN ULAR PADA KELOMPOK PETANI DI BANJAR PALAK DESA SUKAWATI
Ni Made Dwiyana Sinta;
Meril Valentine Manangkot;
Made Oka Ari Kamayani;
I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p01
Gigitan ular merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di daerah pedesaan, terutama di kalangan masyarakat yang bekerja sebagai petani. Minimnya pengetahuan tentang pertolongan pertama dapat memperburuk kondisi korban. Pertolongan pertama wajib dilakukan untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pertolongan pertama gigitan ular pada kelompok petani di Banjar Palak Desa Sukawati. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 dengan metode analisis deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang yang didapatkan melalui teknik total sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengetahuan Pertolongan Pertama Gigitan Ular yang dibuat oleh peneliti dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama gigitan ular mayoritas pada kategori pengetahuan tinggi sebanyak 46 orang (76,70%), kategori pengetahuan sedang sebanyak 11 orang (18,30%), dan kategori pengetahuan rendah sebanyak 3 orang (5%). Dapat disimpulkan meskipun mayoritas memiliki pengetahuan kategori tingkat tinggi akan tetapi masih ada sebagian kecil memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai pertolongan pertama. Intervensi lebih lanjut diperlukan baik dalam bentuk penyuluhan atau paparan informasi yang lebih luas melalui berbagai media agar pemahaman masyarakat semakin baik dan dapat mengurangi risiko komplikasi akibat kesalahan dalam melakukan pertolongan pertama gigitan ular gigitan ular.
PENGARUH EDUKASI DENGAN VIDEO MELALUI PLATFORM TIKTOK TERHADAP EFIKASI DIRI SISWA DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS
Ni Luh Putu Yunita Kristina;
Made Oka Ari Kamayani;
Meril Valentine Manangkot;
I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p13
Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cedera di dunia, termasuk di Kota Denpasar yang mencatat angka kecelakaan tertinggi di Bali. Pengetahuan tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas adalah segala sesuatu yang diketahui seseorang terkait dengan pertolongan segera yang diberikan kepada korban kecelakaan sebelum ditangani oleh paramedis. Pengetahuan erat kaitannya dengan efikasi diri. Kurangnya pengetahuan khususnya siswa, dalam memberikan pertolongan pertama. Edukasi melalui media digital seperti video di platform TikTok menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan video melalui platform TikTok terhadap efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di SMK N 1 Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan Pre-Test dan Post-Test. Sampel penelitian adalah siswa SMK N 1 Denpasar yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner efikasi diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang diberikan berupa edukasi melalui video animasi TikTok, diberikan sebanyak satu kali selama 15 menit. Setelah itu diberikan link TikTok agar siswa bisa menonton edukasi berulang kali. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk membandingkan skor efikasi diri sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok responden. Responden berjumlah 41 orang didapatkan hasil dari Pre-Test efikasi diri sebagian besar dengan kategori sedang yaitu 33 orang (80,5%) sedangkan hasil dari Post-Test efikasi diri sebagian besar dengan kategori tinggi yaitu 29 orang (70,7%).
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN PADA PELAKU WISATA DI OBYEK WISATA CEKING DESA TEGALLALANG
Nikadek Pramesti Dewi Puspita Sari;
Made Oka Ari Kamayani;
I Made Suindrayasa;
Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p07
Kecelakaan saat berwisata merupakan hal yang tidak diinginkan namun dapat terjadi. Salah satu obyek wisata yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan yaitu obyek wisata Ceking. Lingkungannya yang panas karena berada di pinggir sawah, area lahan yang tidak rata, serta lokasi yang berdekatan dengan jalan raya, meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengunjung. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perilaku pertolongan pertama, yaitu tindakan cepat yang dilakukan seseorang untuk menyelamatkan korban kecelakaan. Tindakan ini memerlukan efikasi diri, yakni keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengambil tindakan yang dapat memengaruhi keselamatan diri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan perilaku pertolongan pertama kecelakaan pada pelaku wisata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelaku wisata yang berada di obyek wisata dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner efikasi diri dan kuesioner perilaku pertolongan pertama kecelakaan. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 dengan nilai r = 0,427, dapat diartikan terdapat hubungan dengan kekuatan sedang antara efikasi diri dengan perilaku pertolongan pertama kecelakaan dengan arah hubungan positif, maka semakin tinggi efikasi diri semakin tinggi juga perilaku dalam memberikan pertolongan pertama kecelakaan.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA AIR DI WILAYAH TANJUNG BENOA
Ni Made Ayu Trisna Wardani;
I Made Suindrayasa;
Made Oka Ari Kamayani;
I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p06
Watersport memiliki potensi terjadinya kecelakaan wisata air yang dapat menyebabkan bahaya fisik hingga kematian akibat kurangnya penerapan safety culture. Salah satu faktor yang mempengaruhi safety culture adalah efikasi diri. Pramuwisata wisata air memiliki peranan penting dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Salah satu lokasi wisata air yaitu di Wilayah Tanjung Benoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasional dengan model pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata yang bekerja di perusahaan watersport di Wilayah Tanjung Benoa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dengan total sampel berjumlah 91 pramuwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pramuwisata memiliki efikasi diri dalam kategori sedang sebanyak 61 responden (67%) dan mayoritas safety culture dalam kategori baik sebanyak 46 responden (50,5%). Uji Spearman Rank didapatkan hasil nilai p = 0,0001 < 0,05 dan nilai r = 0,459. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif yang sedang antara efikasi diri dengan safety culture pramuwisata mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan wisata air di Wilayah Tanjung Benoa. Pengelola watersport diharapkan memberikan pelatihan pertolongan pertama sehingga diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri dan safety culture pramuwisata.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI
Putu Rapita Dewi;
Made Oka Ari Kamayani;
I Gusti Ngurah Juniartha;
Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p12
Perilaku caring merupakan hal yang diharapkan pasien untuk dapat diberikan oleh perawat dalam proses perawatan. Adanya aduan masyarakat melalui website resmi Rumah Sakit Umum Daerah Bangli mengenai ketidakpuasan pada pelayanan perawat di ruang rawat inap mengindikasikan adanya perilaku yang kurang sesuai dengan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di RSUD Bangli. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di empat ruangan rawat inap, ICU, dan ICCU selama dua minggu dengan jumlah sampel 75 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat pada kedua variabel menyatakan nilai tengah skor kecerdasan emosional responden adalah 56,00 dan sebagian besar berada pada kategori tinggi yaitu 52 orang (69,3%). Rata-rata skor perilaku caring responden adalah 74,39, sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 72 orang (96,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank diketahui nilai r = 0,536 dan nilai p = 0,000, artinya terdapat hubungan cukup kuat dengan arah positif antara kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap RSUD Bangli. Tingkat kecerdasan emosional dan perilaku caring perawat yang sudah baik perlu dipertahankan dan untuk perawat dengan kategori kurang baik dapat ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan agar kualitas pelayanan kesehatan juga meningkat.
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR
Dewa Ayu Putu Dhita Indah Pradhani;
Made Oka Ari Kamayani;
I Kadek Saputra;
Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p04
Resiliensi merupakan kemampuan individu beradaptasi terhadap kesulitan, ini terkait dengan kualitas tidur terutama dalam menghadapi stres. Resiliensi yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup karena individu lebih mampu mengatasi stres sehingga memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di RSUD Wangaya, dengan sampel sebanyak 118 pasien yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner CD-RISC-10 dan PSQI, hubungan antara resiliensi dengan kualitas tidur kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57 responden (48,3%) mendapatkan skor resiliensi ≥38, sedangkan hasil analisis kualitas tidur didapatkan sebanyak 74 responden (62,7%) mendapatkan skor <5. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 dengan nilai r=-486, maka artinya ada hubungan dengan kekuatan sedang antara variabel resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya. Arah korelasi yaitu negatif, sehingga dapat diartikan ketika semakin tinggi skor resiliensi maka semakin rendah skor kualitas tidur, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil ini diharapkan perawat dapat merencanakan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif dan individual, tidak hanya fokus pada gejala fisik tetapi juga mempertahankan resiliensi dan memperbaiki kualitas tidur pasien.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA
Ni Gusti Ayu Made Aprillia Adwinayanti;
Made Oka Ari Kamayani;
Desak Made Widyanthari;
Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p02
Perawat merupakan tenaga kesehatan profesional yang bertugas dalam pemberian layanan kesehatan yaitu asuhan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan dipengaruhi oleh perilaku caring perawat. Komponen perilaku caring pada perawat salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan kuesioner melalui google form kepada 85 orang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Kuesioner yang digunakan adalah Nursing Competence Self-Efficacy Scale untuk mengukur efikasi diri dan Instrumen Perilaku Caring Swanson yang dimodifikasi untuk mengukur perilaku caring perawat yang sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas efikasi diri perawat dalam kategori tinggi sebanyak 73 orang (85,9%), sedangkan mayoritas perilaku caring perawat dalam kategori sedang sebanyak 55 orang (62,7%). Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p = 0,011 dan r = 0,276. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif lemah antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula perilaku caring yang diberikan oleh perawat. Perawat diharapkan dapat mempertahankan efikasi diri yang tinggi dan meningkatkan perilaku caring melalui primary service, seminar, workshop, volunteer, pengabdian masyarakat, dan lainnya.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI
Ida Ayu Putu Puspa Lestari;
Meril Valentine Manangkot;
Komang Menik Sri Krisnawati;
Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p05
Efikasi diri adalah keyakinan bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dalam mengatasi masalah dan melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Perawat dengan tingkat efikasi diri yang tinggi cenderung memiliki keyakinan terhadap kemampuannya, dapat mengantisipasi kemungkinan burnout, menemukan solusi terbaik, melaksanakan tugas dengan efektif, dan mendukung orientasi mereka untuk mencapai kesuksesan. Sebaliknya, perawat dengan tingkat efikasi diri rendah cenderung menghindari tugas dan masalah untuk mengurangi tekanan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan burnout pada perawat di Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah Bangli. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Teknik yang digunakan yaitu total populasi, didapatkan 35 perawat di ruang perawatan intensif RSUD Bangli. Penelitian ini menggunakan uji uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan negatif yang sangat kuat antara efikasi diri dengan burnout perawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Bangli (p-value=0,000 ; r = -0,868). Saran yang dapat diberikan peneliti adalah bagi perawat untuk meningkatkan efikasi diri melalui pelatihan pengembangan diri, menetapkan tujuan realistis, dan mencari dukungan sosial dari rekan kerja.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN RASA KESEPIAN PADA MAHASISWA YANG SEDANG MERANTAU DI UNIVERSITAS UDAYANA
Ni Made Diah Pradnyani;
Made Oka Ari Kamayani;
Ni Luh Putu Eva Yanti;
Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p05
Mahasiswa perantau tinggal di tempat yang berbeda dari tempat tinggal sebelumnya. Hal ini menyebabkan mahasiswa perantau mengalami beberapa permasalahan, salah satunya kesepian. Hubungan interpersonal atau sosial yang baik dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar akan menimbulkan dukungan sosial atau support system bagi mahasiswa yang dapat dijadikan sebagai salah satu strategi untuk mengatasi rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan rasa kesepian pada mahasiswa yang merantau di Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-korelatif dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain cross-sectional study. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini total sampling dengan jumlah sampel 95 orang mahasiswa rantau yang tinggal di Rusunawa dan Asrama Universitas Udayana. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan rasa kesepian pada mahasiswa yang sedang merantau di Universitas Udayana. Nilai koefisien korelasi dalam penelitian ini menunjukkan nilai negatif yang berarti semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa rantau, maka semakin rendah rasa kesepian yang dialami oleh mahasiswa tersebut.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS 2 DENPASAR BARAT
Meirina Novitasari;
Meril Valentine Manangkot;
Putu Ayu Emmy Savitri Karin;
Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p01
Penyakit diabetes mellitus dapat menjadi pemicu timbulnya dampak negatif baik secara fisik, ekonomi, maupun emosional. Dukungan sosial didefinisikan sebagai rasa memiliki, penerimaan, dan bantuan psikologis yang meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengatasi kondisi stres dengan lebih baik. Dukungan sosial yang baik akan berdampak positif bagi individu, seperti peningkatan kepercayaan diri (efikasi diri). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan dukungan sosial dengan efikasi diri pasien dalam manajemen pengobatan DM Tipe 2 di Puskesmas 2 Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mayoritas dukungan sosial dan efikasi diri pasien dalam kategori tinggi. Uji statistik hasil penelitian menggunakan Spearman’s Rank Correlation Test. Hasil dari penelitian ditemukan p-value 0,003 < a (0,05) dengan nilai kekuatan 0,339 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara dukungan sosial dengan efikasi diri pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas 2 Denpasar Barat.