Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digital Media Selection Strategy for Marketing Communication in Sabang City Tourism Herman; Ade Irma; Fajri Chairawati
Poltanesa Vol 26 No 1 (2025): June 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v26i1.3278

Abstract

Digital media offers great opportunities for tourism marketing communications, but choosing the right platform and understanding user interactions are still challenges. Although several studies have discussed digital media in tourism marketing, specific research on digital marketing communication strategies on social media platforms, as well as analysis of user interactions, is still limited, especially in the context of tourism promotion in Sabang City which has great potential but needs to increase tourist visits. This study uses a descriptive qualitative design. Data collection using in-depth interviews with the Head of Marketing at the Sabang City Tourism Office and the owner of Dear Sabang Travel, as well as documentation studies, to reveal the strategy for selecting digital media in tourism marketing communications in Sabang City. Data were analyzed using thematic analysis techniques, with source triangulation and member checking to ensure the validity and reliability of the findings. The findings of this study reveal that the strategy for selecting digital media in tourism marketing communications in Sabang City, which involved interviews with Mrs. Murdiana from the Tourism Office and Mr. Muhammad Fachrurrazi from Dear Sabang Travel, focuses on the use of social media platforms such as Instagram and TikTok. Both informants emphasized the effectiveness of social media in reaching young tourists, raising awareness, and engaging audiences. Collaboration with influencers and local travel to increase the visibility of Sabang City tourism, as well as the need for a more comprehensive evaluation of the effectiveness of the implemented digital marketing strategies.
Perubahan Pola Komunikasi Orang Tua dalam Pengasuhan Anak: Studi Perbandingan Antara Generasi Dahulu dan Generasi Melenial Nisa Maqfirah; Ade Irma
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.802

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan pola komunikasi orang tua dalam pengasuhan anak melalui studi perbandingan antara generasi dahulu dan generasi milenial. Pola asuh orang tua memengaruhi perkembangan anak serta sikap dan perilaku remaja di masyarakat. Pola komunikasi generasi dahulu cenderung satu arah, menekankan disiplin, otoritas, dan pengalaman tradisional. Sebaliknya, generasi milenial mengedepankan komunikasi dua arah, dialog, dan kemitraan antara orang tua dan anak. Anak diberikan ruang untuk mengekspresikan emosi, sementara orang tua fokus pada empati, komunikasi tanpa ancaman, dan rasa hormat untuk membangun kedisiplinan. Media sosial dan konten digital mendorong pendekatan afektif dan mendengarkan anak. Pengasuhan dipandang sebagai proses kolaboratif antara orang tua dan anak dalam pengambilan keputusan penting. Perubahan ini dipengaruhi oleh faktor budaya, pendidikan, dan ekonomi, tetapi era digital juga menghadirkan tantangan seperti berkurangnya interaksi langsung dan paparan konten negatif. Perbedaan pola komunikasi generasi terdahulu dan milenial mencerminkan transisi dari otoriter dan instruktif menjadi demokratis, empatik, dan kolaboratif. Generasi milenial menekankan komunikasi terbuka, perhatian penuh terhadap anak, penggunaan teknologi sebagai media, dan adaptasi terhadap perubahan zaman agar anak merasa nyaman dan dihargai, berbeda dengan generasi dahulu yang menekankan kepatuhan dan disiplin berbasis otoritas.
Komunikasi Antarpribadi Suami–Istri di Aceh Besar: Analisis Reflektif atas Konflik Kecil dalam Perspektif Komunikasi Islam Putri Amalia; Ade Irma
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.959

Abstract

Tingginya angka perceraian di Aceh Besar, yang didominasi oleh kasus cerai gugat akibat perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, menunjukkan adanya persoalan serius dalam komunikasi antarpribadi pasangan suami–istri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika komunikasi suami–istri melalui refleksi terhadap pengalaman konflik kecil dalam rumah tangga Muslim di Aceh Besar, dengan memadukan teori komunikasi interpersonal dan prinsip komunikasi Islam. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif reflektif, melalui catatan refleksi diri, observasi kontekstual, serta dokumentasi informal mengenai interaksi sehari-hari. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi, kategorisasi tematik, dan interpretasi dengan merujuk pada konsep self-disclosure, active listening, hambatan komunikasi emosional, komunikasi nonverbal, serta nilai-nilai komunikasi Islam seperti qaulan layyinan, qaulan kariman, dan musyawarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kecil sering dipicu oleh keterbatasan keterbukaan diri, gangguan emosional, serta misinterpretasi pesan nonverbal. Konflik mereda ketika pasangan menerapkan mendengarkan empatik, mengungkapkan kebutuhan secara jelas, dan mengelola emosi sesuai ajaran Islam. Integrasi teori komunikasi interpersonal dan nilai Islam terbukti mampu memperbaiki kualitas dialog, menurunkan eskalasi konflik, serta memperkuat keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik kecil tidak selalu menjadi indikator keretakan relasi, tetapi dapat menjadi sarana pertumbuhan ketika ditangani dengan komunikasi efektif dan nilai-nilai Islam. Kajian ini memberikan kontribusi dalam penguatan komunikasi keluarga Muslim dan membuka peluang penelitian lanjutan yang melibatkan lebih banyak pasangan di Aceh Besar.