Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Village Fund Management in Village Development Efforts in Giri Mukti Village, Penajam District, Penajam Paser Utara Regency Camelia Verahastuti; Zilfana; Dimas Chandra Surya Bimantara
Poltanesa Vol 26 No 1 (2025): June 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v26i1.3304

Abstract

Analysis of Village Fund Management in Village Development Efforts in Giri Mukti Village, Penajam District, North Penajam Paser Regency under the guidance of Mrs. Camelia Verahastuti as Supervisor I and Mrs. Zilfana as Supervisor II. The government hopes that the allocation of village funds can enhance rural development and welfare by improving public services, advancing the economy, and reducing disparities between villages. However, the potential for errors in village fund management must be guarded against from planning to reporting. Therefore, the implementation of transparency, accountability, and community participation in financial management and governance performance of the village is crucial. Based on the background and problem formulation outlined, the objective of this study is to investigate and analyze how the management of village funds can enhance rural development in Giri Mukti Village, Penajam District, Penajam Paser Utara Regency. This research utilizes a qualitative descriptive-comparative approach, involving the comparison of field facts with the provisions in the Ministry of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018 concerning Village Financial Management. Researchers employ observation, interviews, and documentation as data collection instruments. The analysis is conducted qualitatively by presenting data and drawing conclusions. The research findings indicate that Giri Mukti Village has adhered to the principles of transparency, accountability, participation, orderliness, and discipline in managing the use of village funds, while also considering all stages of village financial management, namely planning, implementation, bookkeeping, reporting, and accountability.
nalisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan PSAK No. 16 Pada PT. Sejahtera Membangun Nasional Eunike Kezia Patilaya; Camelia Verahastuti; Zilfana
JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI UNSURYA Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Unsurya
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jbau.v11i2.2042

Abstract

Kualitas audit menempati posisi sebagai salah satu unsur krusial dalam proses pemeriksaan, yang menjadi pijakan utama bagi terbangunnya kepercayaan publik terhadap kewajaran laporan keuangan yang telah diperiksa. Riset ini dilaksanakan guna mengkaji sejauh mana Locus of Control, Kode Etik Audit, dan Fee Audit memberikan pengaruh terhadap Kualitas Audit, dengan menempatkan Pengalaman Auditor sebagai variabel yang memoderasi keterkaitan antarvariabel tersebut. Besaran sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow, dengan teknik penarikan sampel berupa non-probability sampling jenis convenience sampling, hingga diperoleh 97 orang auditor yang berpraktik di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Jakarta sebagai partisipan riset ini. Pengolahan data ditempuh melalui pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0, yang meliputi tahap evaluasi outer model, inner model, hingga pengujian hipotesis lewat prosedur bootstrapping. Temuan riset memperlihatkan bahwa Fee Audit beserta Pengalaman Auditor sama-sama memberikan pengaruh yang positif dan signifikan atas Kualitas Audit. Di lain pihak, Locus of Control memang berpengaruh positif kendati tidak signifikan, sedangkan Kode Etik Audit malah memperlihatkan arah pengaruh negatif yang juga tidak signifikan. Lebih jauh, Pengalaman Auditor tidak terbukti mampu berperan sebagai pemoderasi bagi keterkaitan antara Locus of Control, Kode Etik Audit, ataupun Fee Audit dengan Kualitas Audit. Dari sini dapat disimpulkan bahwa, dalam lingkup riset ini, unsur ekonomi berupa besaran Fee Audit serta lamanya jam kerja auditor justru memegang peranan yang jauh lebih besar ketimbang faktor kepribadian dan nilai-nilai etis dalam menentukan mutu audit yang dihasilkan.