Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN RITEL SEKTOR SANDANG YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2020 Eka Yudhyani; Camelia Verahastuti; Ratna Dian Sari
DEDIKASI : Jurnal Ilmiah Sosial, Hukum, Budaya Vol 23, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/ddk.v23i1.6419

Abstract

Running a business in the Retail sector in the Clothing Sector is very risky for bankruptcy, therefore it is necessary to use an analytical tool that 95% can produce accurate and reliable results such as the Altman Z-Score, in order to easily predict the level of bankruptcy in the company. This study examines retail companies in the clothing sector by taking 3 samples from the sector companies. This study aims to determine: the bankruptcy of PT. Matahari Department Store Tbk, PT. Mitra Adiperkasa Tbk and PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk as a Retail Company in the Clothing Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2020. The hypothesis is accepted this is due to the phenomenon of the problem of the start of the shopping boom online and there is also a COVID-19 pandemic lockdown in 2020, and the fierce competition factor, the lack of employees or workers and increasingly sophisticated technological factors make businessmen in the retail sector of the clothing sector experience the potential for bankruptcy
Audit Manjemen untuk Menilai Efektivitas Fungsi Sumber Daya Manusia (Studi pada Pegawai Unit Penyelenggara Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto) Ema Harifa; Camelia Verahastuti; Imam Nazarudin Latif
Kompartemen : Jurnal Ilmiah Akuntansi KOMPARTEMEN, Vol. 20 No.1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/kompartemen.v20i1.12791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fungsi SDM, serta memberikan saran dan rekomendasi atas berbagai kelemahan yang ditemukan. Aktivitas dalam penelitian SDM yang diteliti khusus pada perencanaan SDM yang ada di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I APT. Pranoto Samarinda. Alat analisis yang digunakan dengan metode komparatif (perbandingan) dengan responden pegawai yang ada di bagian Unit pemroses bahan kerja sama, kemudian peneliti akan menyimpulkan apakah hipotesis diterima atau ditolak dari persentase nilai yang didapat relative tersebut dideskripsikan berdasarkan kriteria penilaian yang digunakan dengan data yang ada.
Analysis of Village Fund Management in Village Development Efforts in Giri Mukti Village, Penajam District, Penajam Paser Utara Regency Camelia Verahastuti; Zilfana; Dimas Chandra Surya Bimantara
Poltanesa Vol 26 No 1 (2025): June 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v26i1.3304

Abstract

Analysis of Village Fund Management in Village Development Efforts in Giri Mukti Village, Penajam District, North Penajam Paser Regency under the guidance of Mrs. Camelia Verahastuti as Supervisor I and Mrs. Zilfana as Supervisor II. The government hopes that the allocation of village funds can enhance rural development and welfare by improving public services, advancing the economy, and reducing disparities between villages. However, the potential for errors in village fund management must be guarded against from planning to reporting. Therefore, the implementation of transparency, accountability, and community participation in financial management and governance performance of the village is crucial. Based on the background and problem formulation outlined, the objective of this study is to investigate and analyze how the management of village funds can enhance rural development in Giri Mukti Village, Penajam District, Penajam Paser Utara Regency. This research utilizes a qualitative descriptive-comparative approach, involving the comparison of field facts with the provisions in the Ministry of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018 concerning Village Financial Management. Researchers employ observation, interviews, and documentation as data collection instruments. The analysis is conducted qualitatively by presenting data and drawing conclusions. The research findings indicate that Giri Mukti Village has adhered to the principles of transparency, accountability, participation, orderliness, and discipline in managing the use of village funds, while also considering all stages of village financial management, namely planning, implementation, bookkeeping, reporting, and accountability.
INTEGRATION OF DIGITAL CUSTOMER EXPERIENCE, SOCIAL CAPITAL, AND EMOTIONAL BRANDING IN STRENGTHENING TRADITIONAL CULINARY MSMES IN EAST KALIMANTAN Zilfana Zilfana; Rina Masithoh Hariyadi; Heriyanto Heriyanto; Camelia Verahastuti
Prosiding Seminar Nasional dan Call Paper STIE Widya Wiwaha Vol 4 No 1 (2025): International Seminar Proceedings and Call for Paper STIE Widya Wiwaha
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/semnas.v4i1.1289

Abstract

This qualitative research with a multi-case approach explores how digital consumer experiences, social support, and emotional branding interact to strengthen the presence of micro, small, and medium enterprises in the traditional food sector in East Kalimantan. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and documentation involving business owners, community influencers, and government representatives in Samarinda, Balikpapan, and Bontang. The results show that consumer experiences in the digital world are influenced not only by the ease of platform navigation but also by community-based interactions such as online recommendations, shared content, and digital participation campaigns. Social support is built through trust in the community, local networks, and micro-influencers who play an important role in transferring reputation to MSME brands. Emotional branding arises from cultural stories, traditional family recipes, feelings of nostalgia, and the application of local identity in digital messages. The combination of these three aspects creates a hybrid cultural-digital model, where offline community engagement strengthens the online experience, and digital narratives reinforce emotional engagement and brand loyalty. This study contributes to theory by expanding the model of cooperation between culture and digital. It shows that the combination of DCE, social capital, and emotional branding is very important for increasing customer loyalty and long-term business sustainability among traditional food MSMEs in East Kalimantan. In practice, this study provides a strategic perspective for creating digital branding initiatives that focus on community and cultural stories.
Analisis Akuntansi Pendapatan Berdasarkan Psak 72 Pada CV. Istana Indah 2 Zainal Arifin; Camelia Verahastuti; Mita Sonaria
JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI UNSURYA Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL DAN BISNIS AKUNTANSI UNSURYA
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jbau.v11i1.1846

Abstract

Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui dan menganalisis pendapatan pada CV. Istana Indah 2 berdasarkan PSAK No. 72 serta menyediakan laporan keuangan yang relavan dan andal bagi pengguna laporan keuangan tentang jumlah, waktu, dan ketidakpastian pendapatan serta arus kas dari kontrak pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode FIFO(First In First Out) atau rata-rata tertimbang dengan membandingkan data-data yang ada di perusahaan CV. Istana Indah 2 dengan PSAK 72. dimana PSAK 72 adalah membahas masalah pendapadatan dari kontrak pelanggan yang terdiri dari lima tahap yaitu Mengidentifikasi Kontak Pelanggan, Mengedintifikasi kewajiban pelaksanaan, Menentukan harga transaksi, Mengalokasikan harga transaksi terhadap kewajiban, dan mengakui pendapatan ketika entitas telah menyelesaikan kewajiban. Dengan kreteria itulah laporan keuangan bisa dilakukan dimana fungsi dari Akuntansi Keuangan adalah untuk menyajikan bentuk laporan keuangan bagi yang berkepentingan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan para pengguna sedikit kesulitan melakukan pelaporan dikarenakan belum ada keterkaitan pada Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku baik dari Penerapan, Pengungkapan, Pengakuan maka sebaiknya perusahaan ini menggunakan PSAK 72 untuk mempermudah pencatatan Laporan keuangan. adapun hasil dari penelitian ini belum sesuai dengan PSAK 72 menggunakan rumus Dean J.Campion 38,5%.
PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, SOSIALISASI PERPAJAKAN, SANKSI PERPAJAKAN DAN TARIF PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (STUDI KASUS PADA KPP PRATAMA SAMARINDA ILIR) Aldi Yehezkiel Manullang; Camelia Verahastuti; Sayid Irwan
JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI UNSURYA Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL DAN BISNIS AKUNTANSI UNSURYA
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jbau.v11i1.1881

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak kesadaran fiskal wajib pajak, program sosialisasi perpajakan, mekanisme sanksi perpajakan, serta struktur tarif pajak terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak individu di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Samarinda Ilir. Pendekatan kuantitatif dengan orientasi deskriptif diterapkan, di mana data primer dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di lembaga tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan model regresi linier berganda, didukung oleh perangkat lunak SPSS untuk pengujian statistik yang presisi dan komprehensif. Secara simultan, keempat variabel independen kesadaran wajib pajak, sosialisasi perpajakan, sanksi perpajakan, dan tarif pajak ditemukan memengaruhi kepatuhan wajib pajak individu secara signifikan, sebagaimana dibuktikan melalui uji F dan koefisien determinasi tinggi (R² = 90,5%). Secara parsial, pengaruh positif dan signifikan ditunjukkan oleh sosialisasi perpajakan, sanksi perpajakan, serta tarif pajak terhadap kepatuhan, sementara kesadaran wajib pajak hanya menghasilkan efek positif namun tidak signifikan yang menyiratkan perlunya intervensi pendukung seperti edukasi berkelanjutan untuk memperkuat dimensi kognitif dalam membentuk perilaku patuh di wilayah Samarinda Ilir.
nalisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan PSAK No. 16 Pada PT. Sejahtera Membangun Nasional Eunike Kezia Patilaya; Camelia Verahastuti; Zilfana
JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI UNSURYA Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Unsurya
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jbau.v11i2.2042

Abstract

Kualitas audit menempati posisi sebagai salah satu unsur krusial dalam proses pemeriksaan, yang menjadi pijakan utama bagi terbangunnya kepercayaan publik terhadap kewajaran laporan keuangan yang telah diperiksa. Riset ini dilaksanakan guna mengkaji sejauh mana Locus of Control, Kode Etik Audit, dan Fee Audit memberikan pengaruh terhadap Kualitas Audit, dengan menempatkan Pengalaman Auditor sebagai variabel yang memoderasi keterkaitan antarvariabel tersebut. Besaran sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow, dengan teknik penarikan sampel berupa non-probability sampling jenis convenience sampling, hingga diperoleh 97 orang auditor yang berpraktik di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Jakarta sebagai partisipan riset ini. Pengolahan data ditempuh melalui pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0, yang meliputi tahap evaluasi outer model, inner model, hingga pengujian hipotesis lewat prosedur bootstrapping. Temuan riset memperlihatkan bahwa Fee Audit beserta Pengalaman Auditor sama-sama memberikan pengaruh yang positif dan signifikan atas Kualitas Audit. Di lain pihak, Locus of Control memang berpengaruh positif kendati tidak signifikan, sedangkan Kode Etik Audit malah memperlihatkan arah pengaruh negatif yang juga tidak signifikan. Lebih jauh, Pengalaman Auditor tidak terbukti mampu berperan sebagai pemoderasi bagi keterkaitan antara Locus of Control, Kode Etik Audit, ataupun Fee Audit dengan Kualitas Audit. Dari sini dapat disimpulkan bahwa, dalam lingkup riset ini, unsur ekonomi berupa besaran Fee Audit serta lamanya jam kerja auditor justru memegang peranan yang jauh lebih besar ketimbang faktor kepribadian dan nilai-nilai etis dalam menentukan mutu audit yang dihasilkan.