Batas waktu pelaksanaan proyek memiliki dampak signifikan untuk menghindari kerugian antara lain perselisihan, pembengkakan biaya biaya konstruksi dan keterlambatan pelaksanaan proyek. Perencanaan jadwal proyek memiliki berbagai metode perencanaan proyek yang bertujuan mengelola waktu pelaksanaan. Metode penjadwalan proyek berupa Barchart, Critical Path Method, Precendence Diagram Method, Project Evaluation and Review Technique. Penelitian ini menganalisis penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) dengan menganalisis durasi, hubungan ketergantungan, lag dan lead, lintasan kritis serta float pada proyek Bangunan Bertingkat dan Renovasi Ruang Kelas PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Rahmaniah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Studi ini menggunakan data primer dari wawancara dan data sekunder. analisis dilakukan dengan mengidentifikasi durasi, hubungan ketergantungan dengan melakukan wawancara tenaga ahli yang berkompeten, menganalisis lag dan lead, lintasan kritis serta float menggunakan Precedence Diagram Method (PDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek berdasarkan analisis selama 125 hari kalender, terdapat 43 uraian pekerjaan yang termasuk dalam lintasan kritis dan 41 uraian pekerajan yang termasuk dalam float. Penelitian ini menegaskan penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method memiliki berbagai kelebihan yang dapat memudahkan pengendalian dan pengambilan keputusan saat proyek ini berlangsung. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar acuan dalam pengendalian waktu pada penelitian proyek sejenis yaitu bangunan bertingkat sederhana dan penentuan durasi, hubungan ketergantungan, lag dan lead pada uraian pekerjaan serta penelitian ini dapat dijadikan acuan pada penelitian pengendalian waktu dengan Precendence Diagram Method pada uraian pekerjaan sejenis.