Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Fly Ash sebagai Alternatif Pengganti Semen dengan Teknologi Beton High Volume Fly Ash (HVFA) Ratni Nurwidayati; Abdul Karim; Ade Yuniati Pratiwi; Muhammad Raihan Riandi; Nursiah Chairunnisa
Buletin Profesi Insinyur Vol 7, No 1 (2024): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v7i1.232

Abstract

Kebutuhan terhadap semen meningkat sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat. Hal ini dapat menyebabkan pemanasan global sehingga perlu upaya untuk mengurangi pemakaian semen. Di pihak lain, batu bara masih digunakan untuk sumber energi pada industri PLTU. Abu sisa pembakaran menjadi limbah yang perlu dimanfaatkan dalam volume besar sebagai pengganti semen yang disebut dengan High Volume Fly Ash (HVFA) atau beton dengan persentase fly ash (FA) lebih dari 50%. Penelitian ini mengevaluasi waktu pengikatan, sifat mekanik mortar dan beton HVFA. Variasi FA yang digunakan adalah 0%, 40%, 50%, dan 60% dengan tambahan superplasticizer (SP) yaitu viscocrete 1050 sebesar 0%, 0,4%, 0,7%, dan 1%. Hasilnya menunjukkan kuat tekan tertinggi dari mortar dengan FA 40% dengan SP 1% yaitu 23,45 MPa pada umur 28 hari dan beton dicapai pada persentase FA 40% dengan viscorete 1% sebesar 15,66 MPa pada umur 56 hari. Untuk kuat tarik belah beton tertinggi pada persentase FA 40% dengan SP1% sebesar 2,22 MPa dengan nilai konstanta sebesar 0,59. Semakin tinggi persentase variasi FA maka akan semakin rendah nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Disamping itu, semakin tinggi persentase SP maka semakin tinggi nilai kuat tekan dan nilai kuat tarik belah.Kata kunci: High Volume Fly Ash, viscocrete, kuat tekan, kuat tarik belah, waktu pengikatan
Penjadwalan Proyek Konstruksi Bertingkat Menggunakan Metode Precedence Diagram Method Abdul Karim; Endah Widiastuti; Candra Yuliana
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.2362

Abstract

Batas waktu pelaksanaan proyek memiliki dampak signifikan untuk menghindari kerugian antara lain perselisihan, pembengkakan biaya biaya konstruksi dan keterlambatan pelaksanaan proyek. Perencanaan jadwal proyek memiliki berbagai metode perencanaan proyek yang bertujuan mengelola waktu pelaksanaan. Metode penjadwalan proyek berupa Barchart, Critical Path Method, Precendence Diagram Method, Project Evaluation and Review Technique. Penelitian ini menganalisis penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) dengan menganalisis durasi, hubungan ketergantungan, lag dan lead, lintasan kritis serta float pada proyek Bangunan Bertingkat dan Renovasi Ruang Kelas PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Rahmaniah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Studi ini menggunakan data primer dari wawancara dan data sekunder. analisis dilakukan dengan mengidentifikasi durasi, hubungan ketergantungan dengan melakukan wawancara tenaga ahli yang berkompeten, menganalisis lag dan lead, lintasan kritis serta float menggunakan Precedence Diagram Method (PDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek berdasarkan analisis selama 125 hari kalender, terdapat 43 uraian pekerjaan yang termasuk dalam lintasan kritis dan 41 uraian pekerajan yang termasuk dalam float. Penelitian ini menegaskan penjadwalan proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method memiliki berbagai kelebihan yang dapat memudahkan pengendalian dan pengambilan keputusan saat proyek ini berlangsung. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar acuan dalam pengendalian waktu pada penelitian proyek sejenis yaitu bangunan bertingkat sederhana dan penentuan durasi, hubungan ketergantungan, lag dan lead pada uraian pekerjaan serta penelitian ini dapat dijadikan acuan pada penelitian pengendalian waktu dengan Precendence Diagram Method pada uraian pekerjaan sejenis.
Evaluasi Produktivitas dan Biaya Alat Berat pada Pekerjaan Beton Struktur fc’ 30 Mpa Wafiq Karimah; Abdul Karim; Muhammad Alfian Noor; Nada Salsabila
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2794

Abstract

Penggunaan alat berat dalam proyek konstruksi memerlukan perencanaan yang tepat agar efisien dari segi biaya maupun waktu. Penelitian ini membahas analisis produktivitas dan biaya alat berat pada pekerjaan beton struktur mutu fc’ 30 MPa. Latar belakang penelitian adalah adanya perbedaan antara alat pada perencanaan dan yang digunakan di lapangan, oleh karenanya penulis tertarik membahas dari segi produktivitas dan biayanya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis metode pelaksanaan yang melibatkan alat berat, menghitung produktivitas dan biaya berdasarkan data lapangan, serta membandingkannya dengan data penawaran. Alat yang dianalisis meliputi wheel loader, concrete batching plant, truck mixer, concrete pump, vibrator, dan water pump. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan analisis teoritis terhadap produktivitas serta biaya sewa alat. Hasil menunjukkan adanya perbedaan antara rencana dan pelaksanaan, baik dari sisi produktivitas maupun biaya. Biaya di lapangan umumnya lebih rendah daripada penawaran, sedangkan produktivitas cenderung lebih tinggi. Selisih harga satuan pekerjaan beton struktur fc’ 30 MPa mencapai Rp112.809,82/m³. Temuan ini menekankan pentingnya evaluasi dan penyesuaian perencanaan penggunaan alat berat agar sesuai dengan kondisi di lapangan.