This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konstruksi
Neng Nenti Fajriyanti
Institut Teknologi Garut

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sedimentasi di Bendung Menggunakan Perangkat Lunak HEC-RAS Sulwan Permana; Neng Nenti Fajriyanti
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2782

Abstract

Bendung Copong di Kabupaten Garut merupakan bangunan air yang berfungsi sebagai penyedia air irigasi, namun permasalahan sedimentasi sering muncul sehingga menurunkan kapasitas tampung dan mengganggu fungsi bendung. Oleh karena itu, diperlukan kajian kuantitatif mengenai angkutan sedimen untuk mendukung pengelolaan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sedimentasi di Bendung Copong dengan perangkat lunak HEC-RAS 6.6. Tahapan penelitian meliputi analisis hidrologi menggunakan distribusi probabilitas untuk memperoleh debit rancangan, analisis hidraulika, serta simulasi transportasi sedimen. Hasil analisis hidrologi menunjukkan debit puncak kala ulang 2 tahun sebesar 453,37 m³/det, 5 tahun 560,08 m³/det, 10 tahun 625,66 m³/det, 25 tahun 704,21 m³/det, 50 tahun 759,43 m³/det, dan 100 tahun 814,87 m³/det. Simulasi HEC-RAS menghasilkan nilai Mass In Cum yang meningkat seiring dengan besarnya debit, yakni dari 11.351,94-ton (Q2) hingga 18.743,90 ton (Q100). Adapun Mass Bed Change Cum menunjukkan adanya variasi deposisi dan erosi. Pada Q2 terjadi deposisi sebesar 51,64 ton, sedangkan pada Q5 hingga Q100 dominan erosi dengan nilai terbesar pada Q100 mencapai -3.291,73 ton. Hal ini menegaskan bahwa debit besar mempercepat proses erosi dasar sungai dan memperbesar volume sedimen terangkut. Sehingga perangkat lunak HEC-RAS 6.6 dapat digunakan secara efektif untuk menganalisis sedimentasi di Bendung Copong. Hasil penelitian ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai hubungan debit dan sedimentasi, serta dapat menjadi acuan dalam perencanaan pengelolaan sedimentasi guna mempertahankan fungsi bendung tetap optimal.