p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Siti Aisyah Solechah
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampanye Konsumsi Tablet Tambah Darah untuk Kesehatan Remaja Putri Desa Sungai Alang Siti Aisyah Solechah; Fahrini Yulidasari; Muhammad Irwan Setiawan; Ihya Hazairin Noor; Vina Yulia Anhar; Husnul Fatimah; Izal Puji Santoso
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/eeyd2d86

Abstract

The South Kalimantan Provincial Health Office has demonstrated an increase target regarding iron supplementation consumption in South Kalimantan. The target for iron supplement consumption among adolescent girls in 2023 was 75% while the target in 2022 was only 54%. This figure demonstrated the increasing challenge of reducing anemia incidence among adolescent girls. A preliminary survey in Sungai Alang Village, Banjar Regency, indicated that 97% of adolescent girls in community unit 1, 2, and 3 rarely consumed iron supplements. The main factors were low knowledge levels and awareness. Most of them admitted to frequently forget to take the supplements. The environment also plays a role in these habits, including limited information media and inadequate recording by health workers. This community service activity aimed to improve adolescent girls' knowledge about anemia and iron supplements. The event was held at the Sungai Alang Village Hall on August 9, 2025, with 34 adolescent girls as the participants. The participants’ average age was 14.8±4.6 years. The campaign materials on anemia and iron supplements were delivered through lectures using PowerPoint slides and booklets. Participants' knowledge was assessed using pretest and posttest questionnaires. Participants with good knowledge increased by 14.71%, from 52.94% before the education to 67.65% afterward. The Wilcoxon test results showed a significant difference in the percentage of correct answers between pre- and post-education (p<0.05).
Pelatihan dan Edukasi Duta Remaja Sehat Anti Rokok di Desa Padang Panjang Siti Aisyah Solechah; Meily Al Maysa; Fitralina Nur Alisa; Dhiya Alfi Azizah; Shopia Nur Shifa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wnf9vh89

Abstract

Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, paru kronik, dan kanker. Kebiasaan merokok yang dimulai sejak usia remaja menjadi perhatian serius karena berdampak pada kesehatan jangka panjang dan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Kurangnya edukasi dan rendahnya kesadaran remaja serta anak sekolah dasar terhadap bahaya rokok menjadi tantangan dalam upaya pencegahan perilaku merokok sejak dini. Program “D’FRESH SEPA ASAP: Pelatihan Duta Remaja sebagai Role Model Hidup Sehat Tanpa Rokok dan Penyuluh Masyarakat Lewat Edukasi Bahaya Merokok Melalui Media Informasi” dilaksanakan oleh mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 22 pada 4-15 Agustus 2025 di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi dengan media edukasi berupa poster dan PowerPoint. Sasaran kegiatan adalah 30 siswa sekolah dasar yang dibantu oleh 6 kader Duta Remaja sebagai pendamping edukasi. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 56,48 menjadi 68,89 poin. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,27 dengan p = 0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan pengetahuan antara sebelum dan sesudah edukasi. Program ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap bahaya rokok serta memberdayakan Duta Remaja sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok.