Muhamad Iqbal Sutisna
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Teori Human Caring Jean Watson Dalam Asuhan Keperawatan untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan pada Pasien HIV/AIDS Muhamad Iqbal Sutisna; Theophylia Melisa Manumara; Nafilah Aenil Mardiyah; Fitry Febriyana; Dilla Apriliya; Kintan Elite; Siti Nur Azijah; Najwa Humairo; Siti Ayla Azzura; Silvi Febriyanti; Alda Alda; Regina Melliani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e1n0gg05

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah Kesehatan global yang memerlukan perhatian serius, termasuk di Indonesia yang harus mencatat peningkatan kasus setiap tahun. Pasien HIV/AIDS tidak hanya mengalami penurunan system imun, tetapi juga menghadapi tekanan psikologis dan stigma sosial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Teori Human Caring Jean Watson dalam asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS. Metode penelitian yang digunakan Adalah telaah literatur terhadap jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2021-2025. Pemcarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci Human Caring, Jean Watson. Hubungan terapeutik, dan HIV/AIDS. Hasil kajian menunjukan bahwa penerapan Teori Human dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani terapi antiretroviral, serta menurunkan Tingkat kecemasan dan dampal stigma sosial. Pendekatan ini membantu perawat memandang pasien sebagai individu yang utuh secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Disarankan agar perawat mengintegrasi prinsip Human Caring dalam asuhan keperawatan yang humanistic dan berpusat pada pasien.
Upaya Penyuluhan Kesehatan Tentang Terapi Herbal Kayu Manis sebagai Alternatif Penurunan Glukosa Darah pada Lansia Muhamad Iqbal Sutisna; Rani Puspita; Ade Lulu; Astriani Hapsari; Grace Angeliqch; Intan Jesica
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.10870

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia due to impaired insulin secretion, insulin action, or both. The global prevalence of diabetes continues to increase and contributes significantly to morbidity and cardiovascular complications. In addition to pharmacological therapy, the use of herbal-based complementary therapies has gained public interest. Cinnamon (Cinnamomum spp.) is a widely studied herbal plant containing active compounds such as cinnamaldehyde, polyphenols, and flavonoids, which have potential antihyperglycemic effects through improving insulin sensitivity and glucose metabolism. However, public understanding regarding proper usage, safety limits, and scientific evidence of cinnamon utilization remains limited. This community-based health education activity aimed to improve knowledge and understanding of cinnamon as a complementary therapy for diabetes mellitus. The activity was conducted through health education sessions using lectures, posters, leaflets, and interactive discussions targeting patients with diabetes mellitus and individuals at risk. Evaluation results indicated an increase in participants’ understanding of the benefits, active compounds, safe dosage, and limitations of cinnamon use. The findings suggest that health education effectively enhances community knowledge regarding evidence-based herbal utilization. Cinnamon can be safely used as a complementary therapy when consumed within recommended doses and under health professional supervision, but it should not replace standard antidiabetic treatment.