Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Dalam Mengubah Persepsi Remaja TentangThalassemia Sebagai Penyakit Genetik Theophylia Melisa Manumara; Andini Aulia Khaerunisa; Zaharani Akbar Ash. Shoffi; Zulfa Noviana; Jividhah Sri Wulan Gea; Susiselia Susiselia; Aliqa Anzani Yusmita; Fathur Halimansyah; Sahla Afifah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ezxcrq74

Abstract

Thalassemia beta mayor adalah penyakit kronis yang menjadi permasalahan kesehatan pada anak dan prevalensi nya semakin meningkat setiap tahunnya dikarenakan semakin meningkatnya gen pembawa thalassemia di seluruh dunia (WHO, 2021) . Thalassemia juga penyakit yang terjadi akibat gangguan sintesis hemoglobin dan tidak dialami oleh anak pada umumnya. Kegiatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang dilakukan di SMK Madani bandung bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang penyakit thalassemia beta mayor. Khususnya pentingnya pencegahan penyakit tersebut upaya pencegahan yang tepat meliputi edukasi remaja menegenai risiko gen pembawa thalassemia, serta skrining dini untuk mengidentifikasi pembawa gen agar dapat menghindari transmisi penyakit kegenerasi berikutnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu metode edukatif. Hasil thalassemia beta mayor pada anak terutama dipengaruhi faktor genetik dan kurangnya deteksi dini. Saran dukungan sosial orang tua berperan penting dalam membantu anak beradaptasi. Oleh karena itu, edukasi dan skirining menjadi Langkah penting dalam pencegahan dan penanganan thalassemia.
Edukasi Kesehatan tentang Dengue Hemorrhagic Fever sebagai Upaya Pencegahan DBD pada Remaja SMK PGRI 1 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Gandung Galih Asmoro; Chania Marsela Mandani Putri; Euis Nur Asy-syifa Najiah; Vika Rahmanisah; Bunga Elia; Rita Juwita
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8nnrqb11

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health concern in Indonesia, including in Cimahi City, where cases increased notably in early 2024. Transmission of the dengue virus through Aedes aegypti mosquitoes commonly affects adolescents who spend considerable time in school environments. Health education serves as a key strategy to enhance students’ knowledge and awareness regarding DHF prevention. This community service activity aimed to provide comprehensive education to students of SMK PGRI 1 Cimahi about the causes, symptoms, transmission, and prevention of DHF through the 3M Plus strategy. The method used in this service activity is an interactive method to measure knowledge improvement. The results indicated a significant increase in students’ understanding of vector characteristics, early warning signs of DHF, and preventive actions applicable at school and home. School-based health education proved effective in shaping positive health behaviors among adolescents and supporting efforts to reduce DHF incidence within the community. The outcomes of this activity include the preparation of a scientific publication and intellectual property registration.    
Pendidikan Kesehatan tentang DIC terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA Handayani 1 Pameungpeuk Theophylia Melisa Manumara; Zahra Laila Junistiani; Syipa Ananta Zahra; Sindi Sri Ajeng; Nela Nuraeni; Muhammad Arif Rahman; Lania Langsa Firmansah; Gina Aprilianti; Omat Nurohmat
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n0mrg633

Abstract

Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) merupakan aktivasi sistemik koagulasi yang disertai kerusakan endotel vaskular. Aktivasi koagulasi sistemik ini berawal di tingkat mikrovaskular, berkembang, dan kemudian berdampak luas pada pembuluh darah kecil hingga sedang. Kondisi ini merupakan gangguan koagulasi dan fibrinolisis yang dinamis, dapat berkembang dari fase terkompensasi menjadi dekompensasi, dan sering disalahartikan sebagai sekadar gangguan hemostasis. Walaupun DIC tergolong kompleks dan jarang terjadi, pengetahuan mengenai kondisi ini tetap penting bagi remaja, terutama karena gigitan ular dapat memicu terjadinya DIC. Tujuan dari pelaksanaan Pendidikan kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan siswa mengenai DIC serta kemampuan mengenali tanda bahaya pada diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Metode yang digunakan adalah metode edukatif melalui pemberian materi mengenai DIC dan pertolongan pertama pada gigitan ular. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, yang ditunjukkan melalui nilai post-test yang lebih baik. Dengan demikian, pendidikan kesehatan ini mengenai DIC efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap risiko gigitan ular dan kemungkinan komplikasinya.
Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Leukimia pada Pelajar di SMAN 5 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Andhika Rafi Ramadhan; Raisya Aoliya Somantry; Septia Putri Hartanti; Shofiyani Khoirotul Millah; Desi Novitasari; Nadziah Mar'atush Sholihah; Turindah Turindah; Jum'ati Jum'ati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/q8dkeg10

Abstract

The topic of leukemia was raised in this health education activity because this disease is a serious blood cancer that has a major impact on society. Education on prevention and understanding of the disease is considered important. Leukemia is described as a disorder caused by the proliferation of immature white blood cells that arise due to genetic abnormalities in hematopoietic cells, and is influenced by exposure to radiation, chemicals, viral infections, immune disorders, and genetic factors. Based on WHO Globocan 2025 data, there were 487,294 new cases and 305,405 deaths worldwide, with a prevalence of 17.42 per 100,000 population. In Indonesia, this disease ranks 10th as the cancer with the highest incidence and mortality rates, while Lampung Province recorded 214 inpatient cases in 2015. This information shows the need for increased public education. In implementing this health education program, a post-test design was used to assess changes in understanding after the material was presented. The presentation was delivered through a presentation, and participants' knowledge was then measured using a quiz. Students in class XII-8 at SMAN 5 Cimahi were designated as the target group. The evaluation results showed that there was an increase in understanding after the presentation and quiz methods were applied. The low level of student participation was one of the limitations of the activity. Overall, these results show that interactive educational approaches can support improvements in health literacy.  
Cegah Anemia dengan Gaya Hidup dan Gizi Seimbang Theophylia Melisa Manumara; Ahmad Adhi Karya; Agustina Hermawati; Dewi Maharani; Irwan Anugrah Gulo; Isma Amalia Istiqomah; Lutfiana Nur Azizah; Siti Ai Aryati; Silvana Zahra Ramadani; Tri Murti Ningrum
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vc0e5v28

Abstract

Anemia is a health problem commonly experienced by adolescents, especially adolescent girls, due to an unbalanced diet, lack of iron intake, and minimal knowledge about nutrition and health. This condition has an impact on decreased concentration in learning, fitness, productivity, and increases the risk of infection. National data shows that the prevalence of anemia among adolescents reaches 32%, while in West Java it reaches 41.93%. Low coverage of iron tablets (TTD) consumption and lack of education cause anemia to remain a significant problem. Health education activities were conducted at SMA Negeri 5 Cimahi, involving 40 students, with the aim of increasing knowledge about anemia, its causes, effects, and prevention through a healthy lifestyle and balanced nutrition. The methods used included delivering material through presentations, distributing leaflets, discussions, ice breaking, and quizzes to reinforce understanding. The results of the activity showed that most students did not understand anemia before the education session, but after the education, there was an increase in knowledge as seen from the students' ability to answer questions and participate actively. This education session was effective in increasing students' awareness to apply a nutritious diet, get enough rest, exercise regularly, and comply with TTD consumption. Continuous education efforts in schools are important to prevent anemia in adolescents.
Implementasi Spiritual Care Dalam Pendekatan Holistik Berbasis Teori Watson untuk Meningkatkan Kenyamanan Psikospiritual Pasien Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Farrel Ali Ahmat; Faza Roja Nafila; Jihan Talita Ulfa; ⁠Kirana Dwi Rahmawati; Mugnia Siti Padilah; Nazmi Anggun Pratiwi; Nazzwa Syafa Azzahra; Reskia Nabila
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wcp9d569

Abstract

Pendekatan holistik dalam keperawatan memastikan bahwa kebutuhan manusia terpenuhi secara komprehensif, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Salah satu dari yang paling terpenting komponen penting perawatan ini adalah perawatan spiritual, yang membantu pasien mengidentifikasi makna, ketenangan, dari harapan mereka dalam menghadapi penyakit. Tujuan menganalisis perawatan spiritual dalam pendekatan holistik berdasarkan. Metodologi kegiatan ini menggunakan pendekatan narrative review. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa perawatan spiritual memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan kesejahteraan emosional dan spiritual pasien, memperkuat hubungan terapeutik antara pasien dan perawat, berfungsi sebagai contoh perawatan holistik. Tantangan yang dihadapi perawat antara lain kurangnya pemahaman dan perawatan spiritual, kurangnya motivasi, waktu dan dukungan organisasi, serta perbedaan dalam spiritualitas pribadi kehidupan sehari - hari. Menurut teori Jean Watson, perawatan spiritual menekankan perawatan diri, perhatian penuh, dan kasih sayang dalam setiap interaksi perawatan. Oleh karena itu, pendidikan, pelatihan, dan manajemen pelatihan dukungan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memberikan perawatan asuhan yang berbasis spiritualitas dan kemanusiaan. Kemampuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berlandaskan spiritualitas dan kemanusiaan.
Peran Caring Transkultural pada Pasien Gangguan Neurologis Epilepsi Melalui Teori Madeleine Leininger Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Briggita Melanie Putri; Ariza Anasaparoni; Gisa Nurul Liyah; Najla Salsabilla; Nazwa Nurul Fadilah; Nia Ramadhani; Rahma Setiasih; Siwi Erliyani; Syahla Yusriyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k91d1521

Abstract

Tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus cukup tinggi dan dapat memengaruhi kepatuhan serta hasil pengelolaan penyakit. Perilaku caring perawat, menurut Teori Human Caring Jean Watson, diyakini dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien melalui penerapan prinsip empati, komunikasi terapeutik, edukasi kesehatan, dan dukungan psikososial. Tujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat berdasarkan Teori Human Caring Jean Watson dengan tingkat kecemasan yang dialami pasien diabetes melitus. Metodologi kegiatan ini menggunakan  pendekatan narrative review.  Hasil Analisis menunjukkan bahwa perilaku caring perawat berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus. Penerapan prinsip human caring meningkatkan kenyamanan emosional, kepatuhan pasien terhadap pengelolaan penyakit, serta memperkuat hubungan perawatpasien. Kesimpulan praktik keperawatan yang menekankan nilainilai kemanusiaan tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga keseimbangan emosional dan spiritual pasien. Oleh karena itu, penerapan teori Human Caring Jean Watson perlu terus diperkuat dalam pendidikan dan praktik keperawatan guna meningkatkan kualitas asuhan pada pasien dengan diabetes melitus.
Penerapan Teori Caring Jean Watson Dalam Peningkatan Kepuasan Pasien dengan Diagnosa Thypoid di Rumah Sakit Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Wal Ikram Nova Nur Syawal; Anisa Putri; Wardah Khoerunnisa Maulia; Auliya Nurul Fauzyah; Agnia Zulfandini; Nadia Pratiwi; Aulya Khaerunnisa Fadhilah; Bunga Wastiashy; Natasya Siti Nur Al- Adawiyyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sa1djh20

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi dan risiko penularan yang besar akibat rendahnya kebersihan pribadi dan lingkungan. Penyakit ini terutama disebabkan oleh Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi, dengan prevalensi dilaporkan berkisar antara 350–810 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Tujuan penulisan ini adalah untuk melaporkan dan menggambarkan kasus demam tifoid pada anak serta menekankan pentingnya diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat. Metode yang digunakan adalah survey kasus terhadap seorang anak laki-laki berusia 18 bulan yang datang ke unit gawat darurat dengan keluhan demam selama 11 hari, disertai evaluasi klinis, pemeriksaan fisik, dan penunjang medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa berdasarkan gejala klinis, temuan pemeriksaan fisik, serta respons terhadap terapi, pasien didiagnosis sebagai demam tifoid. Kasus ini mencerminkan masih tingginya beban penyakit demam tifoid, yang dilaporkan mencapai 4.444 kasus setiap tahunnya. Kesimpulannya, diagnosis dini dan pengobatan yang optimal sangat penting untuk mencegah komplikasi. Disarankan peningkatan kewaspadaan klinis, edukasi masyarakat terkait higiene, serta penguatan sistem surveilans penyakit tifoid.
Implementasi Teori Caring Jean Watson Pada Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi: Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Kajian Literatur Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Enjang Nugraha; Ayuni Sukmawati; Aida Kurnia; Samira Deswanti; Siti Nurhalimah; Siti Afwa Agnia Aziz; Nadia Zaimatunnisa; Kafka Nafisa Kuntoro
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vn2dsq71

Abstract

Sejak dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada tahun 2020, angka kasus dan kematian meningkat tajam, menempatkan perawat di garis depan dalam menghadapi situasi berisiko tinggi yang menimbulkan tekanan fisik, emosional, dan psikologis (Karo1 et al., 2023). Pandemi COVID-19 menyebabkan krisis kesehatan global yang sangat memengaruhi sistem kesehatan di seluruh dunia, terutama perawat yang bertugas di garis terdepan dalam memberikan perawatan kepada pasien di ruang isolasi. Situasi isolasi berdampak pada tekanan psikologis, stres, dan kecemasan bagi pasien maupun perawat. Kegiatan ini bertujuan menerapkan implementasi teori caring Jean Watson pada pasien COVID-19 di ruang isolasi. Hasil menunjukkan bahwa implementasi ten caritas processes dari Jean Watson meningkatkan kualitas hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Nilai humanistik, empati, komunikasi terapeutik, dan dukungan spiritual terbukti mengurangi stres serta kecemasan pasien, meningkatkan rasa aman, dan memperkuat kepercayaan serta kepuasan terhadap pelayanan. Selain itu, teori ini membantu perawat menjaga keseimbangan emosional, mengurangi depresi moral, dan memperkuat ketahanan mental. Secara keseluruhan, implementasi teori caring Jean Watson memperkuat praktik keperawatan holistik yang menekankan keseimbangan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.
Edukasi Kesehatan Mata Untuk Pencegahan Miopia Pada Remaja di SMA Kartika XIX-2 Theophylia Melisa Manumara; Muhammad Deri Ramadhan; Wizyanti Salma Azizah; Selpiyanti Selpiyanti; Dinna Alifia; Hernina Hernina; Tika Aliyah; Zenina Noer Fadilah; Windi Ispiyani; Pitriyani Pitriyani; Carla Youlanda
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rghej756

Abstract

Myopia is a refractive disorder in which the parallel rays that come to the eye in an unaccommodating state are refracted at a single point in front of the retina. Risk factors for myopia are genetics, behavioral factors for reading books, watching TV, and using gadgets. Myopia is often experienced by students at the secondary school level compared to other age groups. The purpose of this activity is to increase knowledge and awareness about Myopia through health education at Kartika XIX-2 High School by involving 30 students in this health education activity. The method used is an educational method by providing Health Education on Eye Health among adolescents. The results of the implementation of this activity in the form of increasing knowledge about eye health are evidenced by the results of the post test on students who can answer well. This shows the effectiveness of health education with educational methods that can increase students' knowledge of Myopia. Increasing knowledge, it is hoped that students can play a more active role in maintaining eye health. This activity emphasizes the importance of education about myopia among adolescents, to reduce the progressivity of Myopia and increase awareness of Myopia prevention.
Co-Authors Agilatun Nafisah Agnia Zulfandini Agustina Hermawati Ahmad Adhi Karya Ai Sofiyanti Aida Kurnia Ainna Dinda Fitriani Albar Rizki Suwita Nardy Alda Alda Alfiani Wadilla Rahma Alia Zahira Aliqa Anzani Yusmita Alya Ayunda Rahmawati Andhika Rafi Ramadhan Andini Aulia Khaerunisa Anggun Nadila Anisa Putri Annisa Rahma Fauziyah Ariza Anasaparoni Auliya Nurul Fauzyah Aulya Khaerunnisa Fadhilah Ayu Lisvayanti Leipary Ayuni Sukmawati Bagas Dinan Maulana Briggita Melanie Putri Budi Rustandi Bunga Elia Bunga Wastiashy Carla Youlanda Chania Marsela Mandani Putri Desi Novitasari Dewi Cwintadira Nur Fatma Dewi Maharani Dilla Apriliya Dinna Alifia Enjang Nugraha Euis Nur Asy-syifa Najiah Faiza Sausan Karinda Farla Meitha Zahra Farrel Ali Ahmat Fathur Halimansyah Fauziah Noeroel Iman Faza Roja Nafila Fitry Febriyana Flora Cinta Anggraini Gandung Galih Asmoro Gina Aprilianti Gisa Nurul Liyah Hadiansyah Hadiansyah Hernina Hernina Inge Parasningtias Billah Irwan Anugrah Gulo Isma Amalia Istiqomah Jihan Talita Ulfa Jividhah Sri Wulan Gea Jum'ati Jum'ati Kafka Nafisa Kuntoro Kartika Ghina Amelia Khansa Alifia Putri Wiharsa Kintan Elite Lania Langsa Firmansah Lutfiana Nur Azizah M.Iqbal Sutisna May Lisa Mutiara Hikmah Mugnia Siti Padilah Muhamad Iqbal Sutisna Muhammad Arif Rahman Nabila Apriliana Maulani Nabillah Maya Salsa Bila Nadia Pebriyanti Nadia Pratiwi Nadia Zaimatunnisa Nadziah Mar'atush Sholihah Nafilah Aenil Mardiyah Najla Salsabilla Najwa Humairo Nanda Putri Stevani Natasya Siti Nur Al- Adawiyyah Nazmi Anggun Pratiwi Nazwa Nurul Fadilah Nazwa Sapparingga Amalia Kartika Nazzwa Syafa Azzahra Nela Nuraeni Neng Meri Nesa Regina Noviyanti Nia Ramadhani Nina Anggraeni Nur Aeni Mukti Omat Nurohmat Pitriyani Pitriyani Rahma Apriliani Rahma Setiasih Raisya Aoliya Somantry Ramadhan, Muhammad Deri Regina Melliani Reskia Nabila Rifki Nurohman Rita Juwita Sahla Afifah Salsa Nurliawati Salwa Ramadhani Samira Deswanti Sarah Amelia Putri Selpiyanti Selpiyanti Septia Putri Hartanti Shofiyani Khoirotul Millah Silva Eka Artika Silvana Zahra Ramadani Silvi Febriyanti Sindi Sri Ajeng Siti Afwa Agnia Aziz Siti Ai Aryati Siti Ayla Azzura Siti Nur Azijah Siti Nurhalimah Siwi Erliyani Suci Prissilia Juniar Susiselia Susiselia Syahla Yusriyah Syipa Ananta Zahra Tiara Rahmanisa Gauttami Tika Aliyah Tri Murti Ningrum Turindah Turindah Vika Rahmanisah Wal Ikram Nova Nur Syawal Wardah Khoerunnisa Maulia Windi Ispiyani Wizyanti Salma Azizah Zaharani Akbar Ash. Shoffi Zahra Laila Junistiani Zalva Febriana Sukardi Zenina Noer Fadilah Zulfa Noviana ⁠Kirana Dwi Rahmawati