Hardhika Wahyu Dewani
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Dalam Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat yang Berkelanjutan Hardhika Wahyu Dewani; Alvina Rohma Irsyadiyyah; Didit Darmawan; Laili Mas Ulliyah Hasan; Arif Rachman Putra
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/g7embw33

Abstract

  Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih dan sehat yang berkelanjutan di sekitar Universitas Sunan Giri Surabaya. Kolaborasi ini dipandang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat hubungan sosial, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu metode yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari mengidentifikasi permasalahan lingkungan, merancang program kerja, melakukan aksi lapangan, hingga mengevaluasi hasil pelaksanaan kegiatan. Beragam aktivitas dilaksanakan, seperti kerja bakti pembersihan area kampus, pemilahan sampah, pencabutan rumput liar, penyapuan jalan, serta edukasi mengenai pengelolaan sampah yang benar dan pentingnya perilaku hidup bersih di lingkungan dan sekitarnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi ini menghasilkan perubahan nyata, baik secara fisik maupun sosial. Lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan bebas dari penumpukan sampah, sementara masyarakat menunjukkan peningkatan tingkat partisipasi dan kesadaran ekologis. Selain itu, hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat semakin kuat melalui terciptanya budaya gotong royong yang berkelanjutan. Namun demikian, kegiatan ini juga menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas kebersihan, faktor cuaca, dan kurangnya kesadaran sebagian warga. Secara keseluruhan, kolaborasi ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.