Alberth E S Abrauw
Program Studi Teknik Geologi, UNCEN

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pemantauan KualitasĀ  Lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Iwaka Sistem Controled Landfill Timika Alberth E S Abrauw; Alfred B Alfons; Rosi Fitriyanti S; Marcelino N Yonas; Abdul Hanan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fpce1v32

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Iwaka di Kabupaten Mimika saat ini masih menggunakan sistem open dumping yang menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran air, emisi gas rumah kaca, dan gangguan kenyamanan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika dalam pemantauan kualitas lingkungan TPA Iwaka sebagai dasar penyusunan dokumen UKL-UPL untuk peningkatan sistem menjadi controlled landfill. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data sekunder melalui koordinasi lintas instansi, survey lapangan dengan sampling kualitas udara ambien, kebisingan, air permukaan, air tanah, identifikasi kemelimpahan biotis, vegetasi, tutupan lahan, serta survey persepsi sosial ekonomi masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi lingkungan masih relatif baik dengan sebagian besar parameter memenuhi baku mutu yang ditetapkan, namun terdapat beberapa indikator penurunan kualitas yang perlu diantisipasi. Nilai BOD dan coliform pada air permukaan di hilir TPA mengindikasikan rembesan lindi, tingkat kebisingan pada jam operasional puncak mendekati baku mutu, dan dominasi organisme toleran pada biotis air menunjukkan tekanan ekologis. Survey sosial menunjukkan 68% responden keberatan terhadap keberadaan TPA karena bau dan peningkatan populasi serangga, namun 72% mendukung pengembangan menjadi controlled landfill dengan perbaikan pengelolaan dampak. Rekomendasi utama meliputi pembangunan sistem pengelolaan lindi komprehensif, pengembangan zona hijau penyangga, penerapan penutupan harian, pengaturan jam operasional, serta program monitoring lingkungan dan komunikasi masyarakat secara partisipatif.