p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Abdul Hanan
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, UNCEN

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pemantauan Kualitas  Lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Iwaka Sistem Controled Landfill Timika Alberth E S Abrauw; Alfred B Alfons; Rosi Fitriyanti S; Marcelino N Yonas; Abdul Hanan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fpce1v32

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Iwaka di Kabupaten Mimika saat ini masih menggunakan sistem open dumping yang menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran air, emisi gas rumah kaca, dan gangguan kenyamanan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika dalam pemantauan kualitas lingkungan TPA Iwaka sebagai dasar penyusunan dokumen UKL-UPL untuk peningkatan sistem menjadi controlled landfill. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data sekunder melalui koordinasi lintas instansi, survey lapangan dengan sampling kualitas udara ambien, kebisingan, air permukaan, air tanah, identifikasi kemelimpahan biotis, vegetasi, tutupan lahan, serta survey persepsi sosial ekonomi masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi lingkungan masih relatif baik dengan sebagian besar parameter memenuhi baku mutu yang ditetapkan, namun terdapat beberapa indikator penurunan kualitas yang perlu diantisipasi. Nilai BOD dan coliform pada air permukaan di hilir TPA mengindikasikan rembesan lindi, tingkat kebisingan pada jam operasional puncak mendekati baku mutu, dan dominasi organisme toleran pada biotis air menunjukkan tekanan ekologis. Survey sosial menunjukkan 68% responden keberatan terhadap keberadaan TPA karena bau dan peningkatan populasi serangga, namun 72% mendukung pengembangan menjadi controlled landfill dengan perbaikan pengelolaan dampak. Rekomendasi utama meliputi pembangunan sistem pengelolaan lindi komprehensif, pengembangan zona hijau penyangga, penerapan penutupan harian, pengaturan jam operasional, serta program monitoring lingkungan dan komunikasi masyarakat secara partisipatif.
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Melalui Pembentukan Unit Pelaksana Tekis Daerah (UPTD) Pengelola Air Limbah Domestik IPLT Iwaka di Kabupaten Mimika Alberth E S Abrauw; Rosi Fitriyanti S; Farida Kaplele; Abdul Hanan; Vhalentio Pakombong
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nf0zs583

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjadi bagian prioritas pembangunan nasional sesuai target RPJMN 2020–2024 terkait akses sanitasi layak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi Pemerintah Kabupaten Mimika dalam penyusunan Kajian Akademis dan Ranperkada pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Air Limbah Domestik sebagai upaya penguatan kapasitas kelembagaan sanitasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui koordinasi awal, penyusunan draft kajian akademis, Focus Group Discussion (FGD), serta audiensi dan konsultasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembentukan UPTD sangat diperlukan untuk memisahkan fungsi regulator dan operator pengelolaan sanitasi sehingga operasional IPLT Iwaka dapat berjalan secara berkelanjutan. Pendampingan berhasil menghasilkan dokumen Kajian Akademis yang memuat struktur organisasi, analisis kebutuhan pegawai, analisis beban kerja, tugas dan fungsi kelembagaan, serta dukungan sarana prasarana operasional. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan pegawai UPTD sebanyak 12 orang dapat dipenuhi dari pegawai existing Dinas PUPR tanpa penambahan pegawai baru sehingga tidak menambah beban belanja pegawai daerah. Selain itu, pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung operasional UPTD melalui penyediaan sarana, prasarana, dan dukungan regulasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi strategis terhadap percepatan pengelolaan sanitasi berkelanjutan di Kabupaten Mimika serta mendukung peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.