Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Modified Nutrition Risk in Critically III (mNUTRIC) Score associated with Clinical Outcome and Length of Stay in Intensive Care Unit (ICU) Patients Galuh Dwi Anjani; Mirza Junando; Rasmi Zakiah Oktarlina; Rani Himayani; Nurma Suri
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v14i2.48190

Abstract

  Background: Malnutrition is a common issue in hospital settings, particularly in the ICU and among elderly patients. Objective: This study aimed to analyze the nutritional characteristics of ICU patients and their association with clinical outcomes and length of stay. Methods: This prospective observational study was conducted in the ICU of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province, from December 2023 to February 2024. Patients hospitalized during this period were the study population, with total sampling used to collect data. The mNUTRIC score was employed to assess nutritional status. Bivariate analysis using chi-square was conducted to analyze the association between mNUTRIC scores and patient outcomes, as well as length of stay. Results: The majority of patients were elderly aged 50-75 years (45%) and female (95%). A significant portion (68.3%) had an abnormal body mass index (underweight, overweight, or obese). Additionally, 91.7% had comorbidities, and most stayed in the ICU for more than three days, with 51.7% having extended stays. Furthermore, 48.3% passed away during hospitalization. The study found that 51.7% of patients were at high nutritional risk, while 48.3% were at low risk. Bivariate analysis revealed a significant correlation between mNUTRIC score and clinical outcomes, including length of stay (p<0.05). Conclusion: This study concludes that ICU patients often have an abnormal nutritional risk, either high or low, based on mNUTRIC scores. Furthermore, mNUTRIC scores are correlated with clinical outcomes and length of stay.
Review Artikel: Kepatuhan Fasilitas Kefarmasian di Indonesia terhadap Standar Penyimpanan Obat Permenkes No. 72 Tahun 2016 Chintya Nafa Eliza; Muhammad Iqbal; Novita Sari; Mirza Junando
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.893

Abstract

Penyimpanan sediaan farmasi pada berbagai fasilitas pelayanan kefarmasian berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016, mengingat masih ditemukannya permasalahan dalam praktik penyimpanan obat, seperti pemantauan dan pencatatan suhu yang tidak konsisten, pencatatan stok yang belum lengkap, penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO) yang belum optimal, serta ketidak stabilan kondisi lingkungan penyimpanan yang berpotensi menurunkan mutu obat. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan fasilitas pelayanan kefarmasian terhadap standar penyimpanan obat yang berlaku. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas telah memiliki sarana dan prasarana penyimpanan yang memadai, namun masih ditemukan ketidak sesuaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya pada aspek pemantauan suhu, pengelolaan stok obat, serta penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO), yang dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi dan pelatihan sumber daya manusia kefarmasian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas penyimpanan sediaan farmasi belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga diperlukan penguatan manajemen perbekalan farmasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kefarmasian, serta pemantauan kondisi lingkungan penyimpanan secara konsisten dan berkelanjutan guna menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas obat.