Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi terhadap pengunaan AI: Tools aplikasi, intensitas, efektivitas, kemudahan, dukungan dan etika dalam pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa Pamuti Pamuti; Iwan Abdy; Andi Rahmadani; Ayu Annisa Akbar; Lis Susilawati
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 9, No 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v9i3.109374

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap penggunaan teknologi AI dalam aktivitas akademik, tools AI, intensitas pengunaan, kemudahan, dukungan lingkungan dan etika dalam pemanfaatan AI. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang dibagikan pada mahasiswa program studi PGSD sebanyak 137 responden. Data yang terkumpul dianalisis mengunakan analisis deskriptif untuk melihat pola dan kecenderungan data, serta mengungkap persepsi pemanfaatan AI dikalangan mahasiswa. Hasil: Temuan tersebut mengungkapkan integrasi pemanfaatan AI yang signifikan, dengan AI yang populer adalah ChatGPT/Gemini (59,12%). Respon Mahasiswa menunjukkan intensitas penggunaan yang tinggi (68,6% menggunakan AI selama  >10 jam per minggu) dan merasakan efektivitas yang tinggi dengan mengunaan AI, dengan 64,7% merasa mudah sampai lebih mudah mengerjakan tugas dan 56,2% sering sampai sangat sering menggunakan AI untuk memahami materi. Dukungan lingkungan kuat dari teman sebaya (88,6%), dukungan dosen juga cukup tinggi (52,4% mendukung) dan dukungan orang tua (54,3% mendukung). Kesenjangan kritis terjadi pada praktik integritas akademik yang rendah, karena 60,9% mahasiswa hanya terkadang atau tidak pernah menulusuri lebih lanjut konten yang dihasilkan AI.  Perceptions of AI use: Application tools, intensity, effectiveness, ease of use, support, and ethics in the use of AI among students Abstract: The purpose of this study was to explore students' perceptions of the use of AI technology in academic activities, AI tools, intensity of use, ease of use, environmental support, and ethics in the use of AI. This study was conducted using a descriptive quantitative approach. The data collection technique in this study used a questionnaire distributed to 137 respondents of the Elementary School Teacher Education (PGSD) study program students. The collected data were analyzed using descriptive analysis to see data patterns and trends, as well as to reveal perceptions of AI use among students. Results: The findings revealed a significant integration of AI use, with the most popular AI being ChatGPT/Gemini (59.12%). Student responses showed a high intensity of use (68.6% used AI for >10 hours per week) and felt high effectiveness by using AI, with 64.7% finding it easy to easier to do assignments and 56.2% often to very often using AI to understand the material. Strong environmental support from peers (88.6%), lecturer support was also quite high (52.4% supported) and parental support (54.3% supported). A critical gap exists in low academic integrity practices, as 60.9% of students only sometimes or never explore AI-generated content further.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Literasi Digital Guru Sekolah Dasar Negeri 1 Kambingan lis Susilawati; Chindy Hangara Rosa Indah; Iwan Abdy
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Kiprah Pendidikan | July 2026 (in press)
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v5i3.p235-245

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut kepala sekolah untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi digital guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun guru literasi digital di SD Negeri 1 Kambingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala sekolah dan guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan strategi berupa penyusunan program literasi digital, penyediaan fasilitas, pelatihan, pendampingan, supervisi akademik, dan evaluasi berkelanjutan. Faktor pendukungnya meliputi komitmen kepala sekolah, tersedianya sarana teknologi, dan kolaborasi antarguru, sedangkan tantangan yang ditemukan adalah perbedaan kompetensi digital, terbatasnya waktu pelatihan, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan guru profesional menjadi faktor utama dalam membangun literasi digital guru di sekolah dasar
PENGARUH MODEL FABULA SPEKULATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL MALUKU UTARA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISTEM DAN KREATIVITAS RADIKAL SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI SD NEGERI 48 KOTA TERNATE Iwan Abdy; Lis Susilawati; Dwi Widyastuti Nurharyanto; Andi Rahmadani; Suhardi Abdullah
Joyful Learning Journal Vol. 14 No. 4 (2025): Joyful Learning Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v14i4.39838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model fabula spekulatif berbasis kearifan lokal Maluku Utara terhadap kemampuan berpikir sistem dan kreativitas radikal siswa kelas V dalam pembelajaran IPAS di SD Negeri 48 Kota Ternate. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 48 Kota Ternate tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 48 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, terdiri dari 24 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 24 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir sistem (30 butir soal pilihan ganda) dan angket kreativitas radikal (20 pernyataan skala Likert) yang telah divalidasi ahli dan diuji reliabilitasnya (α=0,87 untuk berpikir sistem; α=0,85 untuk kreativitas radikal). Data dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir sistem antara kelompok eksperimen dan kontrol (F=48,72; p=0,000<0,05); (2) terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas radikal antara kelompok eksperimen dan kontrol (F=42,18; p=0,000<0,05); (3) model fabula spekulatif berbasis kearifan lokal Maluku Utara memberikan pengaruh sebesar 65,3% terhadap peningkatan kemampuan berpikir sistem dan 61,8% terhadap kreativitas radikal. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model fabula spekulatif berbasis kearifan lokal Maluku Utara efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir sistem dan kreativitas radikal siswa secara signifikan.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Literasi Digital Guru Sekolah Dasar Negeri 1 Kambingan lis Susilawati; Chindy Hangara Rosa Indah; Iwan Abdy
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Kiprah Pendidikan | July 2026 (in press)
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v5i3.p235-245

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut kepala sekolah untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi digital guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun guru literasi digital di SD Negeri 1 Kambingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala sekolah dan guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan strategi berupa penyusunan program literasi digital, penyediaan fasilitas, pelatihan, pendampingan, supervisi akademik, dan evaluasi berkelanjutan. Faktor pendukungnya meliputi komitmen kepala sekolah, tersedianya sarana teknologi, dan kolaborasi antarguru, sedangkan tantangan yang ditemukan adalah perbedaan kompetensi digital, terbatasnya waktu pelatihan, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan guru profesional menjadi faktor utama dalam membangun literasi digital guru di sekolah dasar