Penelitian ini mengkaji fenomena code switching dalam pola komunikasi remaja santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kenongo Sedan Rembang dengan menyoroti bentuk, faktor, perbedaan penggunaan dalam konteks formal dan nonformal, serta fungsi sosial dan kultural yang menyertainya. Permasalahan penelitian berangkat dari realitas lingkungan pesantren yang multibahasa, namun kajian yang membahas secara komprehensif praktik alih kode santri berdasarkan konteks komunikasi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk code switching; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya code switching; (3) menganalisis perbedaan penggunaan code switching dalam konteks formal dan nonformal; serta (4) menjelaskan fungsi sosial dan kultural code switching dalam komunikasi santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tiga santri remaja yang dipilih secara purposive berdasarkan kompetensi multibahasa dan intensitas interaksi sosial di lingkungan pesantren. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) santri secara aktif menggunakan bahasa Jawa ngoko, Jawa krama inggil, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Arab secara berpola, dengan bentuk code switching yang dominan berupa intra-sentential switching yang berlangsung spontan.; (2) faktor utama yang melatarbelakangi praktik alih kode meliputi konteks situasi, lawan bicara, norma kesantunan, lingkungan pesantren, dan latar belakang kultural; (3) dalam konteks formal, code switching digunakan secara lebih terkontrol untuk menjaga kesantunan dan memperjelas makna, sedangkan dalam konteks nonformal berlangsung lebih cair, ekspresif, dan kreatif; (4) secara sosial-kultural, code switching berfungsi sebagai penanda identitas santri, sarana adaptasi sosial, penguat solidaritas, serta cerminan budaya religius pesantren