Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH DAYA TARIK WISATA TERHADAP MINAT MENDAKI KEMBALI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU (STUDI KASUS PENDAKIAN JALUR VIA SELO) Novialdy Satyategar Purbantoro; Ina Gandawati Djamhur; Titin Astuti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.19

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi daya tarik wisata TNGMb (atraksi, aksesibilitas, fasilitas), minat mendaki kembali, serta pengaruh daya tarik wisata terhadap minat mendaki kembali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linier sederhana, dengan sampel penelitian adalah para pendaki berjumlah 100 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berupa google form melalui sosial media. Hasil yang didapatkan adalah nilai daya tarik wisata untuk dimensi atraksi rata-rata 4,30 (kategori setuju), dimensi aksesibilitas memiliki nilai rata – rata yaitu 3,88 dengan kategori setuju, dan dimensi fasilitas memiliki nilai rata – rata 3,85 dengan kategori setuju, serta minat mendaki kembali sebesar 3,96 dengan kategori berminat dan pengaruh daya tarik wisata berarti bahwa daya tarik wisata di TNGMb sangat menarik. Daya tarik wisata TNGMb terhadap minat mendaki kembali tidak begitu berpengaruh, dikarenakan para pendaki akan tetap melakukan pendakian untuk alasan lain seperti tantangan, kesulitan, dan bukan hanya pada daya tarik wisatanya saja.Disarankan bahwa agar pihak TNGMb dapat mempertahankan keindahan, fasilitas yang sudah baik agar lebih banyak lagi peminatan untuk berkunjung ke TNGM. Bedasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh positif dari Daya Tarik Wisata TNGM terhadap Minat Mendaki Kembali di TNGM.
Optimalisasi Peran Perempuan Pelaku UMKM dalam Ekonomi Kreatif Digital Melalui Pengembangan SDM Inklusif dan Berkelanjutan Nasywa Athaya Ghaly; Puthree Sakauli Lumban Raja; Syifa Rahmah; Ina Gandawati Djamhur
Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol. 1 No. 6 (2024): November : Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi (JIESA)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jiesa.v1i6.1809

Abstract

This study examines how women entrepreneurs in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the creative economy sector leverage digital technology to strengthen their roles in the urban tourism ecosystem. Using a qualitative approach supported by secondary data and non-intervention observations over six months in South Jakarta, the study analyzes the dynamics of digital adoption, the cultural value of creative products, and structural barriers affecting women's entrepreneurial experiences. The findings reveal that digital utilization is most prominent on easily accessible platforms such as Instagram, TikTok, and WhatsApp, while the use of more complex tools, such as marketplaces, websites, and analytics, remains limited. Women’s creative products, in subsectors like culinary, crafts, fashion, and others, prove to enrich the tourism experience and reinforce the city's destination identity. However, low digital literacy, minimal mentoring, and weak integration into the formal tourism supply chain hinder the optimization of these potentials. Additionally, the digital adoption patterns found support the Technology Acceptance Model's explanation that the perceived ease of use is a key factor in early technology adoption. This study fills an important gap in the literature by linking gender issues, digital transformation, the creative economy, and urban tourism within a unified framework. The research emphasizes the importance of strengthening digital capabilities and structured collaboration between women-led MSMEs and tourism stakeholders to enhance the sustainable competitiveness of destinations.