Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN HUKUM PIDANA ADAT DALAM MASYARAKAT KAMPUNG CIKONDANG Rahma Ghefyra; Rangga Putrana; Saskia Berthianna; Syifa Nur Syahidah Dharmawan; Syifa Rahmah; Zahrah Nur Afifah; Ende Hasbi Nassaruddin
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 11 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v1i11.1538

Abstract

Jurnal "Penerapan Hukum Pidana Adat Dalam Hukum Indonesia" menyatakan bahwa Hukum Pidana Adat menyangkut cita sosial dan keadilan masyarakat, dan menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Meskipun KUHP tetap mendominasi berlakunya hukum pidana di Indonesia, tuntutan masyarakat terhadap berlakunya hukum yang sesuai dengan sistem nilai, cita sosial, dan keadilan masyarakat senantiasa tetap ada sebagai realitas, untuk menjaga harmoni dan solidaritas dalam masyarakat.
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING DAN PEMBUATAN EVENT BERBASIS PARIWISATA PADA KARYAWAN HOMESTAY Dewi Gita Kartika; Syifa Rahmah; Ismayanti; Nayla Rizkysayudi
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v7i2.3440

Abstract

Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi digital marketing dan kemampuan manajemen event berbasis Pendampingan Digital Marketing dan pembuatan event berbasis pariwisata pada karyawan homestay di Kecamatan Anyer, Banten. Tahap awal kegiatan dimulai dengan sosialisasi dan pemetaan kebutuhan mitra, yang memperlihatkan rendahnya literasi digital, terbatasnya pemanfaatan data media sosial dalam pengambilan keputusan pemasaran, serta minimnya pengalaman dalam merancang event kreatif berbasis atraksi wisata pesisir. Berdasarkan temuan tersebut, tim PKM melaksanakan pelatihan melalui kombinasi sesi teori dan praktik yang mencakup analitik media sosial, strategi pembuatan konten, SEO dasar, penggunaan iklan digital, serta konsep, tren, dan perencanaan event kreatif. Tahap penerapan teknologi dilakukan melalui pendampingan langsung di tempat kerja, di mana peserta mempraktikkan penyusunan kalender konten, analisis performa digital, serta perancangan event skala kecil yang relevan dengan karakter destinasi Anyer. Evaluasi program menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, yang terlihat dari kenaikan nilai post-test, meningkatnya kualitas konten promosi, serta keberhasilan beberapa penginapan menyelenggarakan event internal yang mampu menarik minat wisatawan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat daya saing digital mitra, meningkatkan kapasitas SDM pariwisata lokal, dan menyediakan model pendampingan yang dapat direplikasi untuk pengembangan industri penginapan di era digital.
Optimalisasi Peran Perempuan Pelaku UMKM dalam Ekonomi Kreatif Digital Melalui Pengembangan SDM Inklusif dan Berkelanjutan Nasywa Athaya Ghaly; Puthree Sakauli Lumban Raja; Syifa Rahmah; Ina Gandawati Djamhur
Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol. 1 No. 6 (2024): November : Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi (JIESA)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jiesa.v1i6.1809

Abstract

This study examines how women entrepreneurs in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the creative economy sector leverage digital technology to strengthen their roles in the urban tourism ecosystem. Using a qualitative approach supported by secondary data and non-intervention observations over six months in South Jakarta, the study analyzes the dynamics of digital adoption, the cultural value of creative products, and structural barriers affecting women's entrepreneurial experiences. The findings reveal that digital utilization is most prominent on easily accessible platforms such as Instagram, TikTok, and WhatsApp, while the use of more complex tools, such as marketplaces, websites, and analytics, remains limited. Women’s creative products, in subsectors like culinary, crafts, fashion, and others, prove to enrich the tourism experience and reinforce the city's destination identity. However, low digital literacy, minimal mentoring, and weak integration into the formal tourism supply chain hinder the optimization of these potentials. Additionally, the digital adoption patterns found support the Technology Acceptance Model's explanation that the perceived ease of use is a key factor in early technology adoption. This study fills an important gap in the literature by linking gender issues, digital transformation, the creative economy, and urban tourism within a unified framework. The research emphasizes the importance of strengthening digital capabilities and structured collaboration between women-led MSMEs and tourism stakeholders to enhance the sustainable competitiveness of destinations.