Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PEMASARAN DI DESA WISATA Ni Wayan Giri Adnyani; Marlinda Irwanti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.107

Abstract

Kawasan Borobudur merupakan salah satu destinasi prioritas dengan permasalahan kemiskinan dan pengangguran. Di Kecamatan Borobudur 31,67% penduduk terdata sebagai belum/tidak bekerja, mengurus rumah tangga dan pensiunan. Salah satu upaya peningkatan kualitas hidup di Borobudur yaitu peningkatan ekonomi rumah tangga melalui peran perempuan. Pemberdayaan perempuan sangat penting agar perempuan mandiri dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran dapat memberdayakan perempuan di desa wisata. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur yang dilakukan di Desa Karanganyar. Penelitian ini melibatkan sejumlah 75 perempuan yang terlibat dalam kegiatan pelatihan komunikasi pemasaran di desa wisata tersebut. Mereka diminta untuk menuliskan evaluasi atas pandangan mereka terkait dengan penguasaan komunikasi pemasaran hingga hambatan dalam penguasaannya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran dinilai dapat membantu perempuan untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan penjualan, dan memperkuat branding produk. Dalam konteks desa wisata, peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran juga dinilai dapat meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dan mengurangi kesenjangan gender. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran, seperti keterbatasan akses internet dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Melalui penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran dapat menjadi strategi yang efektif dalam pemberdayaan perempuan di desa wisata. Namun, implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis untuk memastikan kesuksesan dari program pemberdayaan perempuan di desa wisata tersebut.
KEBERLANJUTAN TRANSFORMASI WARISAN PERTAMBANGAN MENUJU WISATA-BAHARI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG KAWASAN SIJORI Maya Dewi Dyah Maharani; Marlinda Irwanti; Deni Pratama
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.214

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai posisi yang strategis karena terletak di zona ekonomi Singapura-Johor-Riau (SIJORI). Provinsi Bangka Belitung sebagai Negeri Serumpun Sebalai yang memasuki usia 24 tahun pada 21 November 2024 mendatang memiliki potensi transformasi dari sektor tambang ke wisata-bahari. Hal ini merupakan pilihan yang sangat bijak mengingat sektor tambang yang memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbaharui. Tujuan penelitian ini adalah (i) Menginventarisasi atribut keberlanjutan transformasi warisan pertambangan ke wisata-bahari sebagai prime-mover ekonomi, (ii) Merumuskan model keberlanjutan transformasi warisan pertambangan ke wisata-bahari. Metode yang digunakan adalah Multi Dimensional Scaling (MDS), analisis leverage, dan Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan sebesar 57,36%. Analisis ini diperkuat dengan daya penjelas, yaitu nilai R2= 0,96; value stress = 0,12 dan nilai Monte Carlo = 56,56%. Ditemukan atribut leverage adalah rendahnya literasi usaha pertambangan merupakan usaha yang sulit diperbaharui, dengan nilai Root Mean Square 4,07. Transformasi warisan penambangan ke wisata-bahari di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat optimal tercapai keberlanjutannya, jika atribut leverage dilakukan terutama oleh dunia usaha bisnis penambangan.