Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK MINUMAN JELI KOCOK (JELLY SHAKE) BERBASIS DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DENGAN PENAMBAHAN KARAGENAN DAN KONJAK Mohammad Sabariman; Garnis Linda Pamella
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.177

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan karagenan dan konyaku terhadap mutu jeli kocok dari daun salam. Produk jeli kocok merupakan inovasi terbaru dari minuman jeli (jelly drink) yang sebelum dikonsumsi harus dikocok terlebih dahulu. Perlakuan pada peneliatian adalah perbandingan karagenan dan konjak yaitu 40:60 , 45:55, 50:50, 55:45, dan 60:40 dengan empat pengulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah mutu fisik (viskositas), mutu kimia (kadar air, pH, total padatan terlarut, kadar gula total, dan kadar antioksidan), dan mutu sensori (uji mutu hedonik dan hedonis dengan parameter warna, bau, rasa, dan tekstur). Teknik analisis yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan Multiple Duncan Range Test (MDRT) dengan α = 0,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perbandingan karagenan dan konjak berpengaruh terhadap viskositas, kadar air, kadar gula total, total padatan terlarut, dan uji kesukaan (tekstur) jeli kocok daun salam yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan jeli kocok terbaik diperoleh dengan perbandingan karagenan dan konjak 60:40
PELATIHAN PENGOLAHAN ROTI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN DAYA SAING WIRAUSAHA BARU DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Diny Agustini Sandrasari; Siti Chairiyah Batubara; Mohammad Sabariman
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan keterampilan dalam pengolahan produk roti menjadi kendala utama bagi calon wirausaha di Kabupaten Bandung Barat sehingga menghambat pengembangan usaha bakery skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi berwirausaha melalui pelatihan pengolahan roti. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM kuliner, ibu rumah tangga, dan remaja yang memiliki motivasi berwirausaha. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai pengetahuan peserta meningkat dari 54,8% menjadi 88,6% setelah pelatihan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan seluruh tahapan produksi roti secara mandiri serta menghasilkan produk dengan karakteristik fisik yang baik. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas teknis peserta sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam mengembangkan usaha bakery berbasis rumah tangga.