Astini Rambe
STIT Al-Washliyah Binjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FASE GERAK REFLEK, FASE GERAK RUDIMENTER, FASE GERAK FUNDAMENTAL, DAN FASE GERAK YANG BERHUBUNGAN DENGAN OLAHRAGA Ibnah Ainun Muspiran Bugis; Astini Rambe
Jurnal Embun Fitrah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : STIT al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan motorik pada manusia berlangsung melalui beberapa tahap penting yang berperan dalam membentuk kemampuan gerak dasar hingga keterampilan kompleks, khususnya dalam aktivitas fisik dan olahraga. Artikel ini menggunakan kajian literatur dari berbagai penelitian terkini untuk menganalisis tahapan perkembangan motorik mulai dari gerak refleks, rudimenter, fundamental, hingga gerak yang berhubungan dengan olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami karakteristik tiap fase dan implikasinya bagi pendidikan jasmani dan pembinaan olahraga anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa stimulasi dan latihan yang tepat sesuai tahap perkembangan sangat penting untuk mengoptimalkan kemampuan motorik serta mendukung kesehatan dan prestasi olahraga anak secara menyeluruh.
PERAN INTERAKSI MATA DALAM PEMBENTUKAN KONEKSI SARAF SOSIAL ANAK USIA 4-6 TAHUN Astini Rambe; Dara Faurina; Sumiati Br Angkat; Atiqoh Hanum; Kholis Thohir
Jurnal Embun Fitrah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi mata (eye contact) merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang krusial dalam perkembangan sosial anak usia dini. Periode usia 4–6 tahun dikenal sebagai masa kritis perkembangan saraf sosial, di mana sistem saraf otak yang berperan dalam mengenali ekspresi wajah, membaca emosi, dan menjalin hubungan sosial mengalami pertumbuhan pesat. Studi literatur ini bertujuan menelaah peran interaksi mata dalam pembentukan koneksi saraf sosial anak pada rentang usia tersebut. Berdasarkan analisis terhadap 25 artikel ilmiah (2015–2024), ditemukan bahwa interaksi mata yang konsisten berkontribusi pada aktivasi area sosial otak seperti amigdala, korteks prefrontal medial, dan sulkus temporal superior. Aktivitas seperti bermain peran, mendongeng, dan penggunaan boneka jari terbukti meningkatkan frekuensi eye contact serta mendukung perkembangan empati dan regulasi emosi. Sebaliknya, paparan berlebihan terhadap gadget terbukti menurunkan kualitas eye contact dan berisiko menghambat pembentukan saraf sosial. Hasil ini menegaskan pentingnya stimulasi sosial yang berkualitas dalam pendidikan anak usia dini, khususnya melalui aktivitas yang mendorong kontak mata alami.