Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN TEKNOLOGI (TECHNOLOGY ACCEPATANCE) BLOCKCHAIN DI PT PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) CABANG TELUK BAYUR Boby Rachman; Henmaidi; Desto Jumeno
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/mwspm527

Abstract

Pelabuhan berperan menciptakan suatu kerjasama terhadap pihak yang terkait dalam menghasilkan proses optimum untuk menjamin keandalan, pelayanan dan produktivitas yang baik. Mengingat teknologi dalam fase perkembangan awal dengan dalam upaya pemanfaatan potensi yang besar untuk diterapkan, ini menunjukkan belum ada upaya dalam memahami pemanfaatan blockchain di pelabuhan Indonesia. Diperlukan kajian empiris tentang bagaimana tingkat penerimaan teknologi (technology acceptance) terhadap pelaku industri pelabuhan di Indonesia. Penelitian disini bertujuan untuk mengetahui tingkat dari penerimaan (technology acceptance) di pelabuhan terhadap pemanfaatan sistem teknologi blockchain. Maka dilakukan suatu perancangan kuesioner dengan menggunakan variabel penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner kepada pihak PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) cabang teluk bayur. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan webbed. Hasil penelitian disini menunjukkan berdasarkan 12 construct terhadap konteks teknologi blockchain dengan kategori Sangat Setuju.
PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN TEKNOLOGI (TECHNOLOGY ACCEPATANCE) BLOCKCHAIN DI PT PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) CABANG TELUK BAYUR Boby Rachman; Henmaidi; Desto Jumeno
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/mwspm527

Abstract

Pelabuhan berperan menciptakan suatu kerjasama terhadap pihak yang terkait dalam menghasilkan proses optimum untuk menjamin keandalan, pelayanan dan produktivitas yang baik. Mengingat teknologi dalam fase perkembangan awal dengan dalam upaya pemanfaatan potensi yang besar untuk diterapkan, ini menunjukkan belum ada upaya dalam memahami pemanfaatan blockchain di pelabuhan Indonesia. Diperlukan kajian empiris tentang bagaimana tingkat penerimaan teknologi (technology acceptance) terhadap pelaku industri pelabuhan di Indonesia. Penelitian disini bertujuan untuk mengetahui tingkat dari penerimaan (technology acceptance) di pelabuhan terhadap pemanfaatan sistem teknologi blockchain. Maka dilakukan suatu perancangan kuesioner dengan menggunakan variabel penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner kepada pihak PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) cabang teluk bayur. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan webbed. Hasil penelitian disini menunjukkan berdasarkan 12 construct terhadap konteks teknologi blockchain dengan kategori Sangat Setuju.
Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja bagi Pekerja Dapur Rumah Makan Padang Robino Indan; Desto Jumeno; Lusi Susanti
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/1qb8qf33

Abstract

Pada dasarnya, dapur belum memiliki standar khusus dalam hal rancangan yang akan mempengaruhi keergonomisan dan kenyamanan kerja, termasuk dapur yang dipakai bersama seperti di Rumah Makan Padang. Aktivitas di dapur Rumah Makan Padang yang sangat beragam sering menimbulkan masalah bagi para pengguna, karena tidak selalu memperhatikan faktor-faktor penyebab kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kelelahan bagi pekerja dapur Rumah Makan Padang. Objek penelitian ini yaitu beberapa Rumah Makan Padang yang berlokasi di Sumatera Barat yang menjual paling sedikit 20 menu, dan yang menjadi responden adalah para pekerja dapur di rumah makan tersebut dengan total sebanyak 100 orang. Penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) yang menggunakan kuesioner, kemudian Cardiovascular Load (CVL) dengan mengukur denyut nadi menggunakan aplikasi di smartphone berbasis Android dan iOS. Dari hasil perhitungan yang dilakukan, variabel pertama yang berkorelasi yaitu faktor jenis kelamin terhadap kelelahan yang dihitung dengan metode IFRC, dimana pekerja dapur wanita lebih mudah merasakan lelah. Variabel kedua yang berkorelasi yaitu faktor lama kerja terhadap kelelahan yang dihitung dengan metode Cardiovascular Load, dimana semakin lama jam kerja maka kelelahan yang dialami pekerja dapur akan semakin tinggi.
Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja bagi Pekerja Dapur Rumah Makan Padang Robino Indan; Desto Jumeno; Lusi Susanti
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/1qb8qf33

Abstract

Pada dasarnya, dapur belum memiliki standar khusus dalam hal rancangan yang akan mempengaruhi keergonomisan dan kenyamanan kerja, termasuk dapur yang dipakai bersama seperti di Rumah Makan Padang. Aktivitas di dapur Rumah Makan Padang yang sangat beragam sering menimbulkan masalah bagi para pengguna, karena tidak selalu memperhatikan faktor-faktor penyebab kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kelelahan bagi pekerja dapur Rumah Makan Padang. Objek penelitian ini yaitu beberapa Rumah Makan Padang yang berlokasi di Sumatera Barat yang menjual paling sedikit 20 menu, dan yang menjadi responden adalah para pekerja dapur di rumah makan tersebut dengan total sebanyak 100 orang. Penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) yang menggunakan kuesioner, kemudian Cardiovascular Load (CVL) dengan mengukur denyut nadi menggunakan aplikasi di smartphone berbasis Android dan iOS. Dari hasil perhitungan yang dilakukan, variabel pertama yang berkorelasi yaitu faktor jenis kelamin terhadap kelelahan yang dihitung dengan metode IFRC, dimana pekerja dapur wanita lebih mudah merasakan lelah. Variabel kedua yang berkorelasi yaitu faktor lama kerja terhadap kelelahan yang dihitung dengan metode Cardiovascular Load, dimana semakin lama jam kerja maka kelelahan yang dialami pekerja dapur akan semakin tinggi.