Erri Larene Safika
Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Penyapu Jalan di Kota Samarinda: Factors Associated with Hypertension among Street Sweepers in Samarinda City Erri Larene Safika; Ayudhia Rachmawati; Syamsir Syamsir; Anitatia Ratna Megasari
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/sbbvbp95

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Aktivitas fisik diketahui sebagai faktor protektif terhadap hipertensi, namun hal tersebut belum tentu sepenuhnya melindungi kelompok pekerja fisik seperti penyapu jalan. Di Kota Samarinda, penyapu jalan berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, namun kondisi kesehatan mereka sering kali terabaikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada penyapu jalan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 48 penyapu jalan di Kota Samarinda yang dipilih menggunakan total dan purposive sampling. Variabel yang diukur antara lain kejadian hipertensi, jenis kelamin, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-pinggul, kebiasaan merokok, dan asupan zat gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, natrium). Analisis bivariat dilakukan dengan Uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 68,7% responden mengalami hipertensi, dan seluruh responden laki-laki mengalami hipertensi. Terdapat hubungan antara kejadian hipertensi dengan jenis kelamin (p=0,044) dan asupan protein (p=0,034), namun tidak dengan lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-pinggul, kebiasaan merokok, dan asupan energi, lemak, karbohidrat, serat, dan natrium. Kesimpulan: Penyapu jalan perlu menjadi sasaran untuk program pencegahan dan penanggulangan hipertensi.