Chaidir Masyhuri Majiding
Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Riwayat Pemberian ASI dengan Status Gizi Anak Usia 12-59 Bulan Berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF): Maternal Nutritional Knowledge and Breastfeeding Practices: Their Association with CIAF-Based Nutritional Status Among Under-Five Children (12-59 Months Old) Muhammad Nuzul Azhim Ash Siddiq; Fahrul Rozi; Chaidir Masyhuri Majiding; Karera Aryatika; Anitatia Ratna Megasari
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jf504v32

Abstract

Latar Belakang: Malnutrisi pada anak balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang kompleks, seringkali tersembunyi jika hanya menggunakan indikator antropometri tunggal. Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF) menawarkan gambaran komprehensif mengenai berbagai bentuk kegagalan pertumbuhan pada masa balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu dan riwayat pemberian ASI dengan status gizi anak usia 12-59 bulan berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF). Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang melibatkan 106 balita berusia 12-59 bulan beserta ibu/pengasuh utamanya di Kecamatan Loa Janan dan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Data status gizi balita (CIAF) diperoleh melalui pengukuran antropometri langsung, sedangkan data pengetahuan gizi ibu dan riwayat pemberian ASI dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi univariat (proporsi) dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0.05 dan derajat risiko dinyatakan dalam Odds Ratio (OR), menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil: Sebanyak 55.7% balita mengalami kegagalan antropometri atau gizi lebih berdasarkan CIAF. Mayoritas ibu (81.1%) memiliki pengetahuan gizi baik, dan 51.9% balita mendapatkan ASI eksklusif. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara pengetahuan gizi ibu (OR=1.615; p=0.351) maupun riwayat pemberian ASI (OR=0.594; p=0.185) dengan status gizi balita berdasarkan CIAF. Kesimpulan: Pengetahuan gizi ibu dan riwayat pemberian ASI tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi balita yang dinilai menggunakan CIAF pada populasi studi ini. Penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain atau ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengidentifikasi determinan status gizi CIAF.