Maria Esmeralda Elvira Ngedo Reo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Jamur yang Diisolasi dari Spons Phyllospongia foliascens Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Maria Esmeralda Elvira Ngedo Reo; Komang Tria Noviana Dewi; Ni Putu Eka Leliqia; Ni Putu Ariantari
Jurnal Farmasi Udayana Volume 14, Nomer 1, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.v14.i01.p08

Abstract

Jamur laut adalah mikroorganisme yang hidup di lingkungan laut dan dapat berasosiasi dengan berbagai organisme laut, seperti alga, spons, dan lainnya. Jamur ini dikenal memiliki kemampuan untuk menghasilkan metabolit sekunder dengan berbagai aktivitas farmakologi, termasuk senyawa sitotoksik. Dalam penelitian sebelumnya, Aspergillus nomiae, Penicillium steckii, Penicillium citrinum dan Aspergillus niger telah diisolasi dari spons Phyllospongia foliascens yang dikoleksi dari pantai Amed, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas ekstrak metanol yang diperoleh setelah fermentasi pada media beras dari keempat jamur tersebut terhadap larva Artemia salina menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Dalam pengujian ini, setiap kelompok perlakuan terdiri dari sepuluh larva A. salina dalam air laut buatan dan dipaparkan dengan masing-masing ekstrak pada konsentrasi antara 3,9 hingga 1000 µg/mL dalam lempeng 24-sumuran. Setelah diinkubasi selama 24 jam, jumlah larva yang mati di setiap sumur dihitung, dan nilai LC50 dihitung menggunakan analisis probit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak A. nomiae, P. steckii, P. citrinum dan A. niger memiliki efek toksik terhadap larva A. salina, dengan nilai LC50 masing-masing sebesar 68,47; 83,43; 85,04 dan 12,20 µg/mL. Selain itu hasil analisis KLT menunjukkan masing-masing ekstrak mengandung senyawa metabolit sekunder dari golongan alkaloid, flavonoid, terpenoid, triterpenoid, dan polifenol. Metode BSLT umum digunakan sebagai uji skrining untuk menilai kemungkinan potensi sitotoksisitas suatu ekstrak, sehingga penelitian lebih lanjut mengenai efek sitotoksik ekstrak A. nomiae, P. steckii, P. citrinum dan A. niger terhadap sel kanker perlu dilakukan.