Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Literatue Review : Biochemical and Pharmacological Prospects of Enhalus acoroides as a Source of Antifibrotic Compounds for National Drug Development Vivi Shofia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 14, Issui 2, Tahun 2025
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2025.v14.i02.p02

Abstract

Fibrosis is a progressive pathological process characterized by excessive accumulation of extracellular matrix and represents a major cause of organ failure, including in the kidney, liver, and lung. Currently available antifibrotic therapies have limited efficacy and are associated with potential adverse effects, highlighting the urgent need for new drug candidates derived from natural sources. The seagrass Enhalus acoroides, which is abundant in Indonesian waters, has been reported to contain flavonoids, polyphenols, sterols, and bioactive fatty acids that may modulate oxidative stress and inflammation, two key mechanisms involved in fibrogenesis. This review aims to evaluate the biochemical and pharmacological potential of E. acoroides as a source of antifibrotic compounds for national drug development. The methodology involved a literature review of scientific databases focusing on phytochemical profiles, pharmacological activities, and molecular mechanisms related to fibrosis. The findings indicate that E. acoroides exhibits significant antioxidant and antibacterial activities, contains major secondary metabolites (notably flavonoids and phenolics), and shows mechanistic relevance to the TGF-β/Smad signaling pathway, a central regulator of fibrogenesis. In conclusion, E. acoroides has promising potential as a candidate antifibrotic phytopharmaceutical; however, further validation through in vitro, in vivo, and advanced pharmaceutical formulation studies is required
Edukasi Bahan Kimia Berbahaya dalam Produk Makanan dan Kosmetik untuk Kader Desa Kedungsari, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo Vivi Shofia; Bela Khofidatu Tazkiyah; Wardatul Jannah
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7220

Abstract

Permasalahan mitra yaitu kader desa di Kedungsari, Kecamatan Maron, adalah keterbatasan pengetahuan tentang identifikasi zat kimia berbahaya (seperti formalin, rodamin B, merkuri) dalam produk pangan dan kosmetik, serta kurangnya keterampilan dan media untuk edukasi masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas kader dalam mengenali bahaya bahan kimia berbahaya dan metode penyampaian informasi yang efektif. Metode yang digunakan meliputi edukasi partisipatif dengan pretest-posttest, paparan materi menggunakan powerpoint dan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader, dimana lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan skor posttest. Selain itu, terjadi perubahan sikap dan praktik, seperti kesadaran membaca label produk dan komitmen untuk mengedukasi masyarakat. Kegiatan ini berhasil membentuk kader sebagai agen perubahan kesehatan di komunitasnya. Disarankan pelatihan berkelanjutan dan pengembangan media digital untuk memperluas dampak program.
Remaja Cegah TBC Sejak Dini dan Gerakan Sekolah Sehat di SMA Unggulan Zaha Umi Fatmawati; Vivi Shofia; Listiana Azizah; Nadira Nadira
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.119

Abstract

Tuberkulosis (TBC) paru masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan dalam tiga tahun terakhir, yaitu dari 1.193 kasus (2021) menjadi 2.493 kasus (2023). Kelompok remaja dan pelajar menjadi populasi rentan karena mobilitas tinggi, kurangnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengetahuan yang terbatas tentang tanda, gejala, dan tatalaksana TBC. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pencegahan TBC serta mendorong penerapan PHBS di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (koordinasi mitra, identifikasi sasaran, pembuatan leaflet dan instrumen), tahap pelaksanaan (penyuluhan interaktif, diskusi, pembagian leaflet, serta pengisian pre-test dan post-test), dan tahap evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 di SMA Unggulan BPPT Zaha, Pajarakan, Probolinggo, dengan peserta 14 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum edukasi (pre-test), tingkat pengetahuan siswa beragam dengan nilai rata-rata 66,43%; sebanyak 4 siswa (28,6%) berkategori sangat baik, 5 siswa (37,5%) baik, 3 siswa (21,4%) cukup baik, dan 2 siswa (14,3%) kurang baik. Setelah edukasi (post-test), terjadi peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai menjadi 92,29% (peningkatan 32,86%). Seluruh siswa (100%) mencapai kategori sangat baik (nilai ≥80). Siswa mampu memahami penyebab TBC (Mycobacterium tuberculosis), cara penularan melalui droplet, gejala batuk berkepanjangan, serta pentingnya pengobatan tuntas selama 6 bulan dan penerapan etika batuk. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pencegahan TBC sejak dini serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup bersih dan sehat. Luaran kegiatan berupa publikasi ilmiah.
Exploring the Therapeutic Potential of Shallot Extract in Gastritis Vivi Shofia; Fahmi Dimas Abdul Azis; Adek Bela Anggraeni; Hamida Nurlaila
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 8 No 2 (2025): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v8i2.6193

Abstract

Gastritis, commonly known as stomach ulcers, is a widespread condition caused by poor eating habits, certain foods, infections, and NSAID use. In Indonesia, WHO reports a 40.8% prevalence, making it a major health issue. This study aimed to evaluate the effects of ethanol-extracted shallot (Allium sp.) skin and bulb on malondialdehyde (MDA) levels and gastric histopathology in rats with indomethacin-induced gastritis. Gastritis was induced in Rattus norvegicus, followed by treatment with shallot extract. MDA levels and tissue damage were then analyzed using Hematoxylin-Eosin staining. Results showed a significant reduction in MDA levels, especially with 200 mg/kg body weight of shallot skin extract, which achieved a 92.18% decrease. Histopathological analysis revealed notable improvements in gastric tissue, with reduced ulceration and inflammation. The findings support the potential of shallot extract in lowering oxidative stress and repairing gastric damage, suggesting its promise as an alternative therapy for gastritis.
Potensi Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah terhadap Kadar Malondialdehid Jejunum Tikus Gastritis Endah Sulistyorini; Umi Narsih; Vivi Shofia
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.894

Abstract

Abstrak Gastritis adalah peradangan mukosa lambung yang ditandai dengan peningkatan stress oksidatif dan kadar malondialdehid. Angka kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.45.952 jiwa penduduk setiap tahun. Kulit bawang merah (Allium sp.) mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan yang berpotensi untuk pengobatan gastritis. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak etanol kulit bawang merah dalam menurunkan kadar malondialdehid jejunum tikus putih (Rattus norvegicus) model gastritis. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental research dengan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 25 tikus dibagi dalam 5 kelompok, yakni kelompok tikus sehat, kelompok tikus gastritis, kelompok terapi ranitidin, kelompok terapi ekstrak kulit bawang merah dosis 100 dan 200 mg/kgBB. Kadar malondialdehid dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan kadar malondialdehid pada kelompok dengan terapi ekstrak kulit bawang merah dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB yaitu penurunan sebesar 52,52% (1,313 ± 0,393)  pada dosis 100 mg/kgBB dan 61,69% (1,059 ± 0,264) pada dosis 200 mg/kgBB. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol kulit bawang merah berpotensi sebagai agen antioksidan dan antiinflamasi dalam menurunkan kadar MDA pada kondisi gastritis. Kata kunci: gatritis, stress oksidatif, malondialdehid, tikus, kulit bawang merah   Abstract Gastritis is an inflammation of gastric mucosa characterized by increased oxidative stress and elevated levels of malondialdehyde (MDA). The number of gastritis cases in Indonesia is relatively high, with a prevalence of 274,396 cases among a population of 238,459,952 annually. Shallot peel (Allium sp.) contains anti-inflammatory and antioxidant compounds that have potential for treating gastritis. This study aimed to determine the potential of ethanol extract of shallot peel in reducing malondialdehyde levels in jejunum of white rats (Rattus norvegicus) with gastritis models. This research used an experimental design with a post-test only control group design. A total of 25 male white rats were divided into five groups: negative control, positive control, ranitidine therapy group, and treatment groups receiving shallot peel ethanol extract at doses of 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW. Malondialdehyde levels were analyzed using UV-Vis spectrophotometry. The results showed a significant decrease in malondialdehyde levels in the groups treated with shallot peel extract at doses of 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW, with reductions of 52.52% (1.313 ± 0.393) and 61.69% (1.059 ± 0.264), respectively. Based on these findings, ethanol extract of shallot peel has potential as an antioxidant and anti-inflammatory agent in reducing MDA levels under gastritis conditions. Keywords: gastritis, oxidative stress, malondialdehyde, mouse, shallot peel