Umi Fatmawati
Universitas Hafshawaty Zainul Hasan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Remaja Cegah TBC Sejak Dini dan Gerakan Sekolah Sehat di SMA Unggulan Zaha Umi Fatmawati; Vivi Shofia; Listiana Azizah; Nadira Nadira
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.119

Abstract

Tuberkulosis (TBC) paru masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan dalam tiga tahun terakhir, yaitu dari 1.193 kasus (2021) menjadi 2.493 kasus (2023). Kelompok remaja dan pelajar menjadi populasi rentan karena mobilitas tinggi, kurangnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengetahuan yang terbatas tentang tanda, gejala, dan tatalaksana TBC. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pencegahan TBC serta mendorong penerapan PHBS di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (koordinasi mitra, identifikasi sasaran, pembuatan leaflet dan instrumen), tahap pelaksanaan (penyuluhan interaktif, diskusi, pembagian leaflet, serta pengisian pre-test dan post-test), dan tahap evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 di SMA Unggulan BPPT Zaha, Pajarakan, Probolinggo, dengan peserta 14 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum edukasi (pre-test), tingkat pengetahuan siswa beragam dengan nilai rata-rata 66,43%; sebanyak 4 siswa (28,6%) berkategori sangat baik, 5 siswa (37,5%) baik, 3 siswa (21,4%) cukup baik, dan 2 siswa (14,3%) kurang baik. Setelah edukasi (post-test), terjadi peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai menjadi 92,29% (peningkatan 32,86%). Seluruh siswa (100%) mencapai kategori sangat baik (nilai ≥80). Siswa mampu memahami penyebab TBC (Mycobacterium tuberculosis), cara penularan melalui droplet, gejala batuk berkepanjangan, serta pentingnya pengobatan tuntas selama 6 bulan dan penerapan etika batuk. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pencegahan TBC sejak dini serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup bersih dan sehat. Luaran kegiatan berupa publikasi ilmiah.
Optimization of pH-Responsive Polymer Gel Combination of Green Tea and Temulawak Extracts Using a Design of Experiments (DoE) Approach Luluk Latifah; Umi Fatmawati
Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo Vol 14 No 1 (2026): Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.api.2026.14.1.18293

Abstract

Background: Inflammation is a significant global health issue, often treated with topical therapies. The combination of green tea (Camellia sinensis) and temulawak (Curcuma xanthorrhiza) offers potential as a natural anti-inflammatory alternative due to their rich content of catechins and curcuminoids. A pH-responsive polymer gel base can enhance stability and provide controlled release of active compounds at the inflammation site. Objective: To optimize and characterize a pH-responsive polymer gel containing both extracts using a Design of Experiments (DoE) mixture approach. Methods: Ethanolic extracts (96%) of both plants were obtained by maceration. Five gel formulas (F1-F5) were formulated using a mixture design with varying ratios of sodium alginate (1-2.5%) and tragacanth gum (0.5-2%). The physical properties of the gels, including organoleptic characteristics, homogeneity, pH, viscosity, and spreadability, were evaluated. Results: Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, and tannins in both extracts. All gel formulas had a pH of ~5, ideal for skin application. Viscosity exceeded 2500 dPas for all formulas, and DoE analysis identified gum tragacanth as the dominant factor influencing viscosity. Spreadability ranged from 6.12 to 7.88 cm. Formula F5 demonstrated the most favorable overall characteristics, with the highest viscosity and best spreadability. A key challenge was the inhomogeneity observed in all formulas. Conclusion: A pH-responsive polymer gel was successfully developed using a data-driven DoE approach. Formula F5 was the optimal candidate, demonstrating superior physical properties as a promising natural anti-inflammatory topical agent, pending further optimization for homogeneity.