Maulana Abdurrasyid
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dialek dan Bahasa dalam Sastra Rakyat Kalimantan Tengah: Penggunaan Dialek Lokal dalam Cerpen dan Puisi serta Dampaknya terhadap Identitas Budaya Maulana Abdurrasyid; Dwi Wahyu Candra Dewi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi Vol. 1 No. 3 (2025): Agustus : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jkaipbaku.v1i3.114

Abstract

This article discusses the use of local dialects in short stories and poetry from Central Kalimantan, as well as their impact on the cultural identity of the community. Local dialects, such as Dayak and Banjar languages, serve as crucial elements in folk literature that reflect the life, values, and traditions of the people. Through the analysis of literary works incorporating these dialects, the article demonstrates how dialects not only enrich the reading experience but also function as tools for cultural preservation. The use of local dialects in literature helps strengthen cultural identity and a sense of unity within the community. Despite challenges in the application and publication of literature in regional languages, it is essential to continue supporting the use of local dialects to ensure the cultural richness of Central Kalimantan remains preserved and relevant.
Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) pada Surat Kabar Pergeseran Media Arus Utama dan Meluasnya Ruang Media Baru Maulana Abdurrasyid
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v3i4.4672

Abstract

his study aims to analyze language errors according to the General Guidelines for Indonesian Spelling (PUEBI) in newspapers amidst the shift in mainstream media to new media. Using a qualitative descriptive approach, this study examines the forms of language errors, such as the use of spelling, punctuation, and sentence structure in newspaper news. The shift in media consumption from print to digital also affects the quality of language presentation. This study found that although digital media facilitates access, language standards are often neglected. This article provides an impression for media development to maintain language quality in facing changes in the digital era.
CARA BERTUTUR KATA YANG BAIK DALAM ISLAM Rahmadi; Iqram Anwar Ramadhan; Maulana Abdurrasyid
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2024): Mei Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i3.994

Abstract

Komunikasi saat ini sering kali mengabaikan pentingnya berbicara atau berbicara dengan benar. Kita sering menjumpai penggunaan kata-kata kotor yang merajalela di lingkungan sekitar kita, hingga menjadi standar dan orang-orang berhenti menggunakan bahasa yang pantas ketika berbicara dengan orang lanjut usia. Seseorang dapat belajar banyak tentang karakter seseorang hanya dengan mendengarkan pola bicaranya. Jadi, kami menulis ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang perspektif Islam tentang nilai bahasa. Penelitian ini menggunakan teknik penulisan deskriptif kualitatif untuk mengkaji berbagai rumusan masalah dan data yang berkaitan dengan percakapan mendalam yang akan datang. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk majalah, buku cetak, dan buku elektronik. Temuan ini menunjukkan bahwa gagasan tentang kebaikan bukanlah perkembangan terkini dalam Islam, karena gagasan tentang kebaikan bahasa telah disebutkan sebelumnya dalam banyak surah Al-Qur'an jauh sebelum para sarjana barat mengemukakan pandangan mereka mengenai hal tersebut. Dengan ini , kita mampu memahami Islam menuntut kita bersikap sopan kepada setiap orang yang kita temui. Kesopanan, menghargai orang lain, menahan diri untuk tidak melontarkan kata-kata kasar yang dapat melukai perasaan, dan menjaga hubungan baik antar sesama merupakan aspek-aspek berbahasa yang dianggap bermanfaat dalam perspektif Islam. Dimensi moral dan agama dari bahasa saling terkait, dan Allah SWT memberkati mereka yang menggunakan bahasa yang tepat dalam doa mereka.