Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembaruan Proses Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah Ryo Vina Andiko; Ahmad Fauzi
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembaruan dalam proses pembelajaran adalah penentu dari majunya Pendidikan, maka dibutuhkanlah kurikulum yang baik untuk membawa pada Pendidikan maju dan berkualitas, dari sinilah peneliti sangat penasaran dan perlu untuk meniliti sebuah kurikulum proses pembelajaran al-qur’an yang ada di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah yang pada saat ini telah mengalami kemajuan. Dari uraian diatas maka peneliti dapat memfokuskan masalah penelitian sebagai berikut; 1). Bagaimanakah proses pembaruan pembelajaran Al-qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah ? 2). Bagaimanakah pembaruan pembelajaran Al-qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah prespektif teori kognitif ?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan model penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Ide penting dari penelitian lapangan adalah peneliti datang langsung ke lapangan dengan melakukan pengamatan suatu fenomena tentang suatu keadaan yang alamiah. Proses Pembelajaran al-Qur’an di Yayasan Al- Mahrusiyah dilihat dari historisnya maka dapat ditarik benang merah; Pertama, Fase Awal atau disebut dengan Fase Sorogan (2011-2016) Kurikulum sesuai dengan teori yang telah dikemukakan oleh Abudin Nata bahwa metode sorogan ialah suatu metode dimana santri menghadap Asatidz atau kyai seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Kedua, Fase Pembaruan atau disebut dengan Fase MQQ (2017-2024) Kurikulum mengikuti metode jet tempur sesuai dengan teori pola Pendidikan “Child Centered”, yaitu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap santri atau santri untuk berkembang secara optimal. Sedangkan untuk Perspektif teori kognitif, teori pembelajaran al-Qur’an pada 2 Fase tersebut peniliti fokuskan pada Teori Pembelajaran Kognitif Jean Piaget yang menurutnya, bahwa belajar akan lebih berhasil dengan menggunakan tiga tahapan proses belajar yaitu: 1) Asimilasi; Proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada. 2) Akomodasi; Proses penyesuaian antara struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Penerapan proses perkalian dalam situasi yang lebih spesifik; 3) Equilibrasi. Proses penyesuaian yang berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Kemudian disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui oleh santri yang terbagi kedalam empat tahap, yaitu; 1) Tahap sensorimotor (anak usia lahir-2 tahun). 2) Tahap preoperational (anak usia 2-8 tahun). 3) Tahap operational konkret (anak usia 7/8-12/14 tahun). 4) Tahap operational formal (anak usia 14 tahun lebih). Semua ada pada Era MQQ, Namun belum maksimal yang disebabkan; Asatidz kurang aktif, Kuantitas santri yang berlebihan, kurang aktifnya santri diakhir tingatan formal dan waktu dipagi hari.