Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisa Penerapan Pengendalian Risiko Pada Pembiayaan di BMT Rahmat Kediri Meldi Candra Oktapian; Ahmad Fauzi
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal At Tamwil, Maret 2023
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at.v5i1.1478

Abstract

Manajemen risiko diperlukan untuk meningkatkan mutu lembaga keuangan mikro syariah semisal BMT. Penerapan manajemen risiko yang tepat mampu menciptakan sistem pengendalian internal yang baik dalam lembaga keuangan mikro syariah, sehingga dapat segera dilakukan tindakan korektif yang selaras dengan strategi dan cita-cita lembaga keuangan mikro syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa Penerapan manajemen risiko pembiayaan pada BMT Rahmat menggunakan panduan survey prinsip 5C yang mana terdiri dari: Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition of economic. Penerapan manajemen risiko pembiayaan pada BMT Rahmat dengan tiga tahapan mulai dari awal pembiayaan sampai penyelesian pembiayaan sesuai dengan teori menejemen risiko yang terdiri dari identifikasi risiko, pengukuran risiko, pemanytauan risiko, pengendalian risiko. Identifikasi, pengukuran dan pemantauan risiko serta pengendaliannya sudah dilakukan sejak tahap awal dan tahap kedua sedangkan tahap ketiga yang merupakan tahap penyelesaian pembiayaan bermasalah sudah masuk kategori pengendalian risiko.
SENI STRATEGI KEUANGAN: MENYEIMBANGKAN RISIKO DAN PELUANG Chairul Suhendra; Ahmad Fauzi; Sari Rahayu
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 6 (2024): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.13199

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menginvestigasi dampak dari praktik manajemen risiko, peluang investasi, dan kondisi pasar terhadap kinerja keuangan di Bank BTN KC Bengkulu. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 100 nasabah yang diambil secara acak, data dianalisis melalui Smart PLS untuk menguji pengaruh langsung, tidak langsung, dan pengaruh moderasi di antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko secara signifikan meningkatkan kinerja keuangan, terutama dalam kondisi pasar yang stabil, sementara peluang investasi berkontribusi positif namun dimoderasi oleh kondisi pasar yang tidak stabil. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi adaptif yang menyeimbangkan manajemen risiko dan investasi untuk mengoptimalkan kinerja dalam lingkungan yang dinamis. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Praktik Manajemen Risiko, Peluang Investasi, Kondisi Pasar
Internalisasi Nilai Khidmah Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Provinsi Lampung Nur Khozin; Ahmad Fauzi; Badrus
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khidmah menjadi bagian yang sangat penting bagi santri dan alumni kepada seorang guru atau kiai, akan tetapi pada realitanya, tidak semua santri dan alumni Pondok Pesantren memiliki nilai serta prinsip tentang khidmah kepada para masya>yikh (Guru), masih banyak sekali alumni yang telah menimba ilmu di Pondok Pesantren, ketika ia pulang ke kampung halamannya merasa cukup dan tidak ada niatan serta tindakan untuk tetap menjalin silaturrahim serta rabit}ah terhadap guru-gurunya, yang notabenenya dengan adanya silaturrahim serta rabit}ah tersebut itu merupakan sebuah perwujudan rasa syu>ku>r, ta’dhi>m serta ikhti>ra>man kepada para masya>yikh atas segala sesuatu yang telah ia dapatkan di Pondok Pesantren dimana ia mendapatkan sebuah ilmu sebagai bekal kehidupan di dunia maupun bekal akhiratnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimana Transformasi Nilai Khidmah Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Provinsi Lampung? (2) Bagaimana Transaksi Nilai Khidmah Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Provinsi Lampung? (3) Bagaimana Transinternalisasi Nilai Khidmah Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Provinsi Lampung?. Pada penelitian ini, penulis menggunakan penelitian lapangan (field Research) yang bersifat Deskriptif-Kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer yakni hasil wawancara secara mendalam dengan informan yaitu segenap HIMASAL Provinsi Lampung, serta dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian yang dilakukan, yaitu: (1) Transformasi HIMASAL Provinsi Lampung dengan dua proses yakni Transformasi dalam Pendidikan di Pesantren dan Pasca Pendidikan Pesantren (2) Transaksi HIMASAL Provinsi Lampung yaitu Motivasi dan Realisasi Implikasi. (3) Transinternalisasi HIMASAL Provinsi Lampung adalah dengan pembiasaan, sambang dan sambung, serta merasa butuh terhadap khidmah.
Pembaruan Proses Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah Ryo Vina Andiko; Ahmad Fauzi
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembaruan dalam proses pembelajaran adalah penentu dari majunya Pendidikan, maka dibutuhkanlah kurikulum yang baik untuk membawa pada Pendidikan maju dan berkualitas, dari sinilah peneliti sangat penasaran dan perlu untuk meniliti sebuah kurikulum proses pembelajaran al-qur’an yang ada di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah yang pada saat ini telah mengalami kemajuan. Dari uraian diatas maka peneliti dapat memfokuskan masalah penelitian sebagai berikut; 1). Bagaimanakah proses pembaruan pembelajaran Al-qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah ? 2). Bagaimanakah pembaruan pembelajaran Al-qur’an di Madrasah Qiro’atil Qur’an HM Al-Mahrusiyah prespektif teori kognitif ?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan model penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Ide penting dari penelitian lapangan adalah peneliti datang langsung ke lapangan dengan melakukan pengamatan suatu fenomena tentang suatu keadaan yang alamiah. Proses Pembelajaran al-Qur’an di Yayasan Al- Mahrusiyah dilihat dari historisnya maka dapat ditarik benang merah; Pertama, Fase Awal atau disebut dengan Fase Sorogan (2011-2016) Kurikulum sesuai dengan teori yang telah dikemukakan oleh Abudin Nata bahwa metode sorogan ialah suatu metode dimana santri menghadap Asatidz atau kyai seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Kedua, Fase Pembaruan atau disebut dengan Fase MQQ (2017-2024) Kurikulum mengikuti metode jet tempur sesuai dengan teori pola Pendidikan “Child Centered”, yaitu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap santri atau santri untuk berkembang secara optimal. Sedangkan untuk Perspektif teori kognitif, teori pembelajaran al-Qur’an pada 2 Fase tersebut peniliti fokuskan pada Teori Pembelajaran Kognitif Jean Piaget yang menurutnya, bahwa belajar akan lebih berhasil dengan menggunakan tiga tahapan proses belajar yaitu: 1) Asimilasi; Proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada. 2) Akomodasi; Proses penyesuaian antara struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Penerapan proses perkalian dalam situasi yang lebih spesifik; 3) Equilibrasi. Proses penyesuaian yang berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Kemudian disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui oleh santri yang terbagi kedalam empat tahap, yaitu; 1) Tahap sensorimotor (anak usia lahir-2 tahun). 2) Tahap preoperational (anak usia 2-8 tahun). 3) Tahap operational konkret (anak usia 7/8-12/14 tahun). 4) Tahap operational formal (anak usia 14 tahun lebih). Semua ada pada Era MQQ, Namun belum maksimal yang disebabkan; Asatidz kurang aktif, Kuantitas santri yang berlebihan, kurang aktifnya santri diakhir tingatan formal dan waktu dipagi hari.
Pengaruh Ice Breaking Permainan Edukatif Terhadap Motivasi dan Tingkat Konsentrasi Peserta Didik Pada Pelajaran Matematika Sefta Deviansyah; Ahmad Fauzi; Ali Imron
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, Juli
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/mujalasat.v3i2.7676

Abstract

Pembelajaran Matematika di tingkat MI kerap dianggap membosankan sehingga menurunkan motivasi dan konsentrasi belajar peserta didik. Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya motivasi dan konsentrasi akibat metode yang monoton. Pertanyaan utama dalam studi ini adalah bagaimana pengaruh penerapan ice breaking permainan edukatif terhadap motivasi dan konsentrasi belajar siswa, serta bagaimana hubungan antara keduanya setelah perlakuan. Penelitian ini menempati posisi sebagai alternatif strategi pembelajaran interaktif berbasis permainan edukatif. Dengan pendekatan kuantitatif dengan metode Eksperimen semu (quasi-experimental design), menggunakan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 3A sebagai kelompok eksperimen dan kelas 3B sebagai kelompok control yang mana masing-masing kelas berjumlah 19 peserta didik menggunakan instrumen angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ice breaking permainan edukatif berpengaruh signifikan dalam meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar siswa, serta terdapat korelasi sangat kuat antara keduanya. Strategi ini efektif diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Ellya Muhajiroh; Ahmad Fauzi; Ali Imron
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/mujalasat.v3i3.7986

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing differentiated learning on students' interest and learning outcomes in the Indonesian language subject at SD Negeri Sidomulyo 1, Puncu District, Kediri Regency. The differentiated learning approach is used to adjust the content, process, and product of learning based on students’ readiness, interests, and learning profiles. This research employs a quantitative method with an experimental design, in which data were collected through pretests, posttests, and observations during the learning implementation. The results show that the implementation of differentiated learning has a significant effect on increasing students’ interest and learning outcomes in the Indonesian language subject at SD Negeri Sidomulyo 1, Puncu District, Kediri Regency. Based on the paired sample t-test, there is a significant difference between pretest and posttest scores after the application of differentiated learning, both in terms of learning interest and outcomes. Moreover, the Pearson correlation test results indicate a significant positive relationship between learning interest and students’ learning outcomes. This study concludes that differentiated learning positively impacts students’ interest and learning outcomes while supporting the implementation of the Kurikulum Merdeka, which emphasizes an inclusive and adaptive approach. These findings contribute to the development of a learning model that is responsive to student diversity and relevant to improving the quality of education at the elementary level.