Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dekonstruksi Makna Demokrasi Pancasila di Atas Fanatisme Kepartaian (Refleksi Piagam Madinah) Wijianto Wijianto
Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjuangan untuk mewujudkan etika politik yang sejalan dengan Pancasila sebagai Demokrasi Pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia nampaknya masih terus berlangsung. Meskipun negeri ini tidak luput dari konflik atau pengkhianatan terhadap hakikat kebebasan, namun kehadirannya mampu menjaga persatuan bangsa yang majemuk ini dari perpecahan sepanjang sejarah berdirinya. Demokrasi Pancasila yang berlandaskan pada cita-cita luhur bangsa ini harus bangkit melampaui ekstremisme partai, suku, atau agama untuk menjadi masyarakat yang beradab. Upaya mendasar Nabi Muhammad SAW untuk membangun masyarakat baru yang bebas dari fanatisme kesukuan, yang dikenal dengan sebutan ummah, diformalkan dengan pengesahan Piagam Madinah. Politik identitas dan fanatisme senantiasa mewarnai kontestasi politik yang merupakan kegiatan rutin lima tahunan sistem demokrasi Indonesia. Menjaga integritas demokrasi mengharuskan ditegakkannya prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila, yang meliputi kebebasan dan kesetaraan, kedaulatan rakyat, serta pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.