Multidiciplinary Journal of Islamic Studies
Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Mujalasat: Multidiciplinary Journal of Islamic Studies, November

Dekonstruksi Makna Demokrasi Pancasila di Atas Fanatisme Kepartaian (Refleksi Piagam Madinah)

Wijianto Wijianto (Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2024

Abstract

Perjuangan untuk mewujudkan etika politik yang sejalan dengan Pancasila sebagai Demokrasi Pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia nampaknya masih terus berlangsung. Meskipun negeri ini tidak luput dari konflik atau pengkhianatan terhadap hakikat kebebasan, namun kehadirannya mampu menjaga persatuan bangsa yang majemuk ini dari perpecahan sepanjang sejarah berdirinya. Demokrasi Pancasila yang berlandaskan pada cita-cita luhur bangsa ini harus bangkit melampaui ekstremisme partai, suku, atau agama untuk menjadi masyarakat yang beradab. Upaya mendasar Nabi Muhammad SAW untuk membangun masyarakat baru yang bebas dari fanatisme kesukuan, yang dikenal dengan sebutan ummah, diformalkan dengan pengesahan Piagam Madinah. Politik identitas dan fanatisme senantiasa mewarnai kontestasi politik yang merupakan kegiatan rutin lima tahunan sistem demokrasi Indonesia. Menjaga integritas demokrasi mengharuskan ditegakkannya prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila, yang meliputi kebebasan dan kesetaraan, kedaulatan rakyat, serta pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

mujalasat

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Mujalasat: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic education.The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of ...