Sultan Gholand Astapala
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemahaman Hadis Eskatologi Perspektif Teori Strukturalisme: Pendekatan Mongin Ferdinand De Saussure Sultan Gholand Astapala; Rohimin Rohimin
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 9, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v9i2.9049

Abstract

Abstract: This study attempts to understand the eschatological hadiths about the signs of cessation using a structuralism theory approach, this study is very necessary to be studied because in understanding the eschatological hadiths, they are often understood literally without considering the historical and social context at the time the hadith was delivered. This study uses a library research method, namely a type of library research using a descriptive-analytical method, namely describing the structuralism theory and analyzing the eschatological hadiths about the signs of cessation using a structuralism theory approach. The eschatology of the hadith discusses the descent of the Prophet Jesus, the emergence of the Dajjal, the rising of the sun from the west, and the signs of its cessation. In the hadith of the descent of the Prophet Jesus, the redaction is explained as a signifier-signified, langueparole, as well as synchronic and diachronic understanding, with the syntagmatic and paradigmatic role of the Prophet Jesus as a savior. The hadith of the rising of the sun from the west is studied from the redaction, meaning, langue-parole, contextual interpretation, and the paradigmatic syntagmatic structure of the subject-predicate-adverb sentence. The hadith on the appearance of the Dajjal is studied in terms of signifiers, editorial and meaning, langue-parole as a reminder of faith, as well as synchronic diachronic and syntagmatic paradigmatic understanding of the Dajjal as an object.Keywords: Hadith, Eschatology, Structuralism Theory.Abstrak: Penelitian ini berusaha memahami hadis-hadis eskatologi tentang tanda-tamda kiamat dengan menggunakan pendekatan teori strukturalisme, kajian ini sangat perlu dilakukan untuk dikaji karena dalam memahami hadis eskatologi sering dipahami secara literal tanpa mempertimbangkan konteks historis dan sosial pada saat hadis disampaikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, yaitu jenis penelitian library research dengan menggunakan metode deskriptif-analisis yakni mendeskripsikan teori strukturalisme serta menganalisis hadis-hadis eskatologi tentang tandatanda kiamat dengan menggunakan pendekatan teori strukturalisme. Hadis eskatologi membahas turunnya Nabi Isa, kemunculan Dajjal, terbitnya matahari dari barat, dan tanda kiamat. Pada hadis turunnya Nabi Isa dianalisis redaksi sebagai signifier-signified, langue-parole, serta pemahaman sinkronik dan diakronik, dengan peran sintagmatik dan paradigmatik Nabi Isa sebagai penyelamat. Hadis terbitnya matahari dari barat ditelaah dari redaksi, makna, langue-parole, interpretasi kontekstual, dan struktur sintagmatik paradigmatik kalimat subjek-predikat-keterangan. Hadis kemunculan Dajjal dikaji dari segi signifier-signified, redaksi dan makna, langue-parole sebagai peringatan keimanan, serta pemahaman sinkronik diakronik dan simbolik sintagmatik paradigmatik Dajjal sebagai objek.Kata kunci: Hadis, Eskatologi, Teori Strukturalisme.
KOMPARASI PEMIKIRAN HARUN NASUTION DAN H.M RASJIDI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT DAN TEOLOGI Sultan Gholand Astapala; Moch. Iqbal
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2674

Abstract

Perbandingan filosofis dan teologis Harun Nasution dan H.M. Pemikiran Rasjidi menjadi tujuan utama dalam penelitian ini. Jika dianalisis secara filosofis, penekanannya ada pada wahyu dan akal, atau yang dikenal dengan istilah al-aql wa al-manqul. Sementara itu, penerapan teologi rasional Mu`tazilah menjadi topik utama pembahasan teologi. Menurut Harun Nasution, akal mampu mengenal Tuhan (Marifat Allah), kewajiban mengenal Tuhan (Wujud al marifat Allah), membedakan yang baik dan yang jahat (Marifat al husn wa al qubh), dan kewajiban untuk melakukan perbuatan baik. Hindari melakukan hal-hal jahat. Menurut H.M. Rasjidi, wahyu dapat mengungkap tiga hal lainnya, namun akal hanya dapat mengetahui Tuhan. Menurut Harun Nasution, Teologis rasional Mu`tazilah diperlukan sebagai pengganti keterbelakangan umat islam. Sedangkan menurut H.M. Rasjidi Teologi rasional Mu`tazilah dipandang sebagai ancaman terhadap kekuatan iman.
Peran Mursyid Tarekat Naqsabandiyah bidang Sosial Keagamaan di Desa Ulak Tanding Kecamatan Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara Ria Pelita; Ridho Syabibi; Ismail Ismail; Sultan Gholand Astapala
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v10i1.10379

Abstract

Abstract: The order has begun to develop in the village of Ulak Tanding, Batiknau District, North Bengkulu, where the existence of a Mursyid or teacher of the order plays a very important role in the life of the community. The purpose of this study is to explain comprehensively how the role of the Mursyid of the Naqsabandiyah order in the religious and social fields, and to explain how the impact felt by the community on the presence of the Naqsabandiyah order. The research method used is This type of research is field research using a qualitative approach. The meaning of qualitative research is to find out or describe the reality or event to be studied by describing in the form of words and language a special natural context and by utilizing various scientific methods. Research Results Based on the strategic role of the Mursyid of the Naqsabandiyah Order in religious and social development in Ulak Tanding Village, it is recommended that the role of the Mursyid and this order continue to be strengthened, preserved, and developed through synergy between the Mursyid, congregation, community, and village government, so that it can become an example of practicing Sufism values such as sincerity, discipline, simplicity, and love, maintaining the purity of the order's teachings while adapting them to current developments, and forming a harmonious, religious, noble, and sustainable religious and social life in the future.Keywords: Mursyid, Naqsabandiyah Order, Religion and Social, Ulak Tanding Village. Abstrak: Tarekat sudah mulai berkembang di desa Ulak Tanding Kecamatan Batiknau Bengkulu Utara, dimana keberadaan mursyid atau guru tarekat sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan secara komprehensif bagaimana peran mursyid tarekat Naqsabandiyah dalam bidang keagamaan dan sosial, dan menjelaskan bagaimana dampak yang dirasakan oleh masyarakat terhadap kehadiran tarekat Naqsabandiyah.  Metode penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian ini adalah penelitian field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud penelitian kualitatif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan atau kejadian yang akan diteliti dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Hasil penellitian Berdasarkan peran strategis mursyid Tarekat Naqsabandiyah dalam pembinaan keagamaan dan sosial di Desa Ulak Tanding, disarankan agar peran mursyid serta tarekat ini terus diperkuat, dilestarikan, dan dikembangkan melalui sinergi antara mursyid, jamaah, masyarakat, serta pemerintah desa, sehingga mampu menjadi teladan pengamalan nilai-nilai tasawuf seperti keikhlasan, kedisiplinan, kesederhanaan, dan cinta kasih, menjaga kemurnian ajaran tarekat sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman, serta membentuk kehidupan beragama dan sosial yang harmonis, religius, berakhlak mulia, serta berkelanjutan di masa depan.Kata Kunci: Mursyid, Tarekat Naqsabandiyah, Agama dan Sosial, Desa Ulak Tanding.