COVID-19 telah meningkatkan aktivitas di berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan pembelajaran. Pemerintah telah menerapkan langkah-langkah sosial dan fisik untuk mendorong pembelajaran online, menjadikannya lebih populer dan efektif. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran non daring menghasilkan tingkat keberhasilan lebih tinggi yaitu 62,5%. Efektivitas pembelajaran daring pasca pandemi covid 19 mempengaruhi hasil belajar mahasiswa, sebelumnya pelaksanaan kuliah secara daring berubah menjadi luring dan hybrid. Penelitian ini menggunakan paradigma positifis dengan jenis penelitiannya eksplanasi, metode penelitian survei menggunakan teknik pengumpulan kuesioner, disebar kepada mahasiswa semester tiga Periklanan UBSI. Efektivitas pembelajaran daring terdiri dari dimensi-dimensi Aptitude, Ability to Understand Instruction, Perseverance, Opportunity, Quality of Instruction, Konektivitas, Fleksibilitas, Interaktivitas, Kolaborasi, Memperluas Peluang, dan Motivasi menjadi variabel bebas dan hasil belajar dengan dimensi ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik menjadi variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan dan pengaruh antara efektivitas pembelajaran daring pasca covid 19 terhadap hasil belajar mahasiswa. Tingkat pengaruh efektivitas pembelajaran daring pasca covid 19 dianggap tinggi sekitar 65,3% yang berarti efektivitas pembelajaran daring pasca covid 19 mempengaruhi hasil belajar dikatakan tinggi sebesar 65,3 % dan sisanya 34,7 % dipengaruhi oleh variabel lain. Sedangkan nilai regresi diperoleh 0,808 atau 80,8%, menunjukkan besar pengaruh efektivitas pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa semester 3 Periklanan UBSI pada mata kuliah Perencanaan Media Periklanan. Hasil penelitian ditemukan bahwa penambahan 1% dari efektivitas pembelajaran daring akan meningkatkan hasil belajar dari mahasiswa sebesar 96,6%. Ini merupakan kontribusi besar dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan oleh mahasiswa dan dosen pengajar.