Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Table Lamp dengan Gaya Bohemian Menggunakan Teknik Jahit Manik-Manik Fajar Muhammad Sidiq; Ari Winarno; Carina Sarasati; Salma Nur Afifah
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 3 No 1 (2025): JIFKA Juni 2025
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67302/jifka.v3i1.326

Abstract

Perancangan ini mengeksplorasi penciptaan lampu meja bergaya Bohemian dengan teknik jahit ronce, yaitu merangkai benda kecil seperti manik-manik atau biji-bijian. Ide perancangan berangkat dari jarangnya produk lampu meja bergaya Bohemian di pasaran Indonesia, khususnya di Bandung. Proses perancangan meliputi pengembangan konsep, pemilihan alternatif desain, pemilihan material, serta proses produksi, yang dilakukan secara manual dengan teknik jahit ronce dan jahit tangan. Perancangan ini menghasilkan tiga buah lampu meja dengan ukuran berbeda yaitu ukuran 20 cm, 25 cm, dan 30 cm, masing-masing mewakili karakteristik gaya Bohemian yang penuh warna, kaya tekstur, dan bernilai kerajinan tangan. Penerapan teknik jahit manik-manik memperkuat daya tarik visual serta memperkaya nilai seni kriya dalam desain produk interior. Perancangan ini menegaskan pentingnya eksplorasi kreatif, kepekaan estetika visual, dan ketelitian dalam proses produksi. Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan desain lampu berbasis teknik tradisional yang relevan untuk aplikasi interior kontemporer.
Penerapan Sensor Gerak pada Pertunjukan Musik Elektro Eksperimental Ressa Agus Pratama; Nani Sriwardani; Carina Sarasati
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 3 No 1 (2025): JIFKA Juni 2025
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67302/jifka.v3i1.328

Abstract

Perancangan instalasi audio-visual ini dilakukan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi sensor gerak dalam menciptakan pertunjukan musik elektro eksperimental yang interaktif dan futuristik. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan instalasi audio-visual berbentuk harpa dengan menggunakan sensor infra merah, ultrasonik, dan kinect yang dikolaborasikan dengan perangkat lunak seperti arduino uno, ableton live, touchdesigner, dan resolume arena. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui studi literatur dan piktoral, serta proses eksplorasi dan perancangan visual 3D. Hasil karya berupa instalasi harpa dengan senar dari sinar laser yang menghasilkan nada dan visual saat disentuh sehingga dapat menciptakan pengalaman pertunjukan EDM yang imersif dan reflektif dengan tema “paradox utopia”. Instalasi ini berhasil menggabungkan teknologi, seni visual, dan musik yang dapat menjadi alternatif dalam seni pertunjukan yang interaktif.
ORNAMEN SEBAGAI IDENTITAS RUANG: KAJIAN KOMPARATIF GEDUNG KESENIAN SUNAN AMBU DAN RADJAWALI SCC Carina Sarasati; Khairul Mustaqin; Bilal Ramadhan
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.115

Abstract

Ornamen memiliki peran penting dalam membentuk identitas ruang, karena tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif namun juga sebagai media visual yang dapat mengkomunikasikan budaya, sejarah, dan juga nilai simbolis. Penelitian ini membahas peran ornamen sebagai pembentuk identitas ruang melalui studi komparatif antara Gedung Kesenian (GK) Sunan Ambu yang terletak di ISBI Bandung dan Radjawali Semarang Cultural Center (RSCC). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif komparatif dengan pendekatan analisis visual dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada GK Sunan Ambu, peran ornamen cenderung fungsional sehingga belum dapat sepenuhnya menghadirkan identitas dari karakter “Sunan Ambu” yang merepresentasikan budaya Sunda. Sedangkan pada RSCC penerapan ornamen dengan bentuk geometris dan simbolis yang menyerupai sayap rajawali serta penggunaan motif batik parang pada fasad bangunan telah dapat menghadirkan identitas “Radjawali” yang khas dan berkesan sehingga mudah diingat oleh pengunjung. Dengan demikian, ornamen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk identitas ruang melalui integrasi fungsi estetika, simbolik, serta kultural yang dikemas dalam satu kesatuan desain ornamen yang bermakna, sehingga dapat menghadiran pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.