Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Model Game Based Learning (GBL) dan media Ladder Snake terhadap aspek motorik anak usia dini di Taman Kanak-kanak (TK). Latar belakang penelitian didasarkan pada temuan awal bahwa sebagian anak mengalami hambatan dalam perkembangan motorik kasar dan halus sehingga memerlukan intervensi pembelajaran yang lebih variatif dan terstruktur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan metode penelitian populasi yang melibatkan seluruh siswa TK, berjumlah 45 anak. Instrumen pengumpulan data berupa tes dan observasi yang telah divalidasi menggunakan korelasi point biserial dan diuji reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, serta regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Model GBL berpengaruh signifikan terhadap aspek motorik anak dengan nilai signifikansi 0,003 dan kontribusi 55,7%; (2) Media Ladder Snake berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,002 dan kontribusi 64,3%; (3) Kombinasi GBL dan Ladder Snake juga memberikan pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,008 dan kontribusi 62,3%. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media permainan terstruktur, khususnya Ladder Snake, merupakan strategi pembelajaran paling efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik anak usia dini. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis permainan yang menyenangkan dan sesuai kebutuhan perkembangan anak.