Yayu Mega Purnamasari
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media House Counting Untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Anak Usia Dini Ina Aqidatul Wahidah; Jazariyah; Yayu Mega Purnamasari
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/piaud.v4i2.5547

Abstract

This research is based on problems in the field, some children have not mastered children's mathematical skills such as recognizing number shapes, recognizing geometry, matching, and differentiating. This is because when learning takes place the teacher only conveys it using his fingers, writing, and simple number cards. According to STPPA, children aged 3-4 years should already know the concept of numbers and geometric shapes. Therefore, stimulation is needed to improve basic mathematical skills for early childhood, namely House Counting media. This research uses the RnD (Research And Development) Borg And Gall model through 5 stages. Products have been developed through a trial process by media experts and material experts to determine the suitability of the product. This research was conducted at RA Miftahul Falaah, Majalengka Regency, group A2 with 16 children.This data collection technique uses questionnaires, interviews, and observation. The questionnaire is used to determine the suitability of House Counting media. Interviews were conducted to obtain research data and also to see the extent to which House Counting media is effective for media children in improving their mathematical abilities. Observation is used to observe the learning process in group A2 RA Miftahul Falaah. Data analysis in this study used descriptive qualitative with percentage calculations.The results of observations and research that have been carried out show that House Counting media can improve basic mathematics skills in class A2 RA Miftahul Falaah Majelengka Regency
Aktivitas Sharenting Orang Tua Milenial: Analisis Motif dan Pertimbangan Yayu Mega Purnamasari; Lulu Hayati
PG-PAUD Trunojoyo Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v13i1.31324

Abstract

Fenomena sharenting menjadi tren di kalangan orang tua milenial yang ditandai dengan seringnya membagikan momen anak di media sosial. Kegiatan ini telah menjadi bagian dari pola pengasuhan digital, namun menimbulkan risiko terhadap privasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif dan pertimbangan orang tua milenial dalam melakukan sharenting pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah 15 orang tua dari anak usia dini, sampel dikumpulkan dengan teknik purposive sampling, dengan kriterian orang tua rentang usia 20-35 tahun (milenial). Data dianalisis model analisis miles dan huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan kredibilitas dan konsistensi temuan. menggunakan triangulasi data dengan penyajian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sharenting dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti membagikan foto anak saat kegiatan sekolah, aktivitas di rumah, pencapaian, dan rutinitas harian. Terdapat lima motif utama orang tua dalam melakukan sharenting: (1) motif intrinsik, berupa keinginan menyimpan kenangan dan mengekspresikan kebahagiaan; (2) motif sosial, yaitu untuk membangun koneksi sosial; (3) motif penghargaan, yakni mengharapkan pengakuan dari lingkungan sekitar; (4) motif aktualisasi diri sebagai bentuk kebanggaan; dan (5) motif teogenetis, sebagai bagian dari menanamkan nilai moral dan religius (6) motif keuntungan seperti monitesasi dalam unggahan sharenting. Meskipun terdapat kekhawatiran akan dampak negatif sharenting, sebagian besar orang tua masih melakukan kegiatan tersebut karena berbagai alasan personal. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman mendalam tentang alasan di balik praktik sharenting dan implikasinya terhadap pengasuhan anak usia dini di era digital.