Safitri Windi Handayani
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Pencegahan dan Penanganan Perundungan Siswa di Sekolah Safitri Windi Handayani; Rido Kurnianto; Aldo Redho Syam; Afitria Rizkiana
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v1i2.6229

Abstract

Perundungan merupakan kasus yang sering kali terjadi di lingkungan pendidikan, tersebarnya berita perundungan di lingkungan sekolah, menjadikan suatu yang menakutkan dan perlu adanya penanganan yang serius yang dilakukan sekolah dalam meminimalisir perundungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan guru bimbingan konseling dalam mencegah dan mengatasi perundungan siswa yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 5 Purwantoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif dengan pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan obsevasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis menurut Miles, Huberman dan Saldana yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru bimbingan konseling di SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro sudah melakukan beberapa pendekatan untuk penanganan dan pencegahan perundungan, berkolaborasi dengan koor ISMUBA untuk pembentukan karater sebagai salah satu pencegahan perundungan siswa. Guru juga memberikan pencegahan berupa memberikan tindakan kepada siswa tentang perundungan melalui beberapa forum yang berisi tentang pemahaman bahaya perundungan, pemahaman mengenai bentuk perundungan dalam strategi pencegahan perundungan yang dilakukan guru bimbingan konseling. Beberapa upaya penanganan perundungan seperti megadakan terapi individu, terapi kelompok, pelatihan kreasi, mediasi dan pencegahan perundungan.