Skizofrenia merupakan gangguan mental yang menyebabkan seseorang dapat mengalami halusinasi, delusi, dan perubahan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biaya penggunaan antipsikotik pada pasien skizofrenia di RSUD dr. Harjono Ponorogo.Tingginya jumlah penderita gangguan jiwa dapat mempengaruhi peningkatan biaya yang semakin mahal, untuk mengurangi masalah pembiayaan kesehatan tersebut perlu analisis efektivitas biaya (CEA) dengan menghitung biaya medik langsung dan nilai ACER dan ICER. penelitian ini kuantitatif dengan rancangan deskriptif pengumpulan data secara retrospektif dengan data sekunder berupa rekam medis pada pasien rawat inap di RSUD dr. Harjono Ponorogo periode Januari 2021 – Desember 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah pasien laki-laki terbanyak yaitu 69 pasien (66%), usia tertinggi didapatkan pada usia 17-39 tahun dengan 74 pasien (71%). Efektivitas terapi antispikotik dilihat dari efektivitas penilaian skor PANSS pada pasien rawat inap yang terdiagnosa skizofrenia dengan terapi antipsikotik kombinasi typical-atypical yaitu clozapine + risperidone + chlorpromazine lebih cost effective karena memiliki efektivitas yang paling tinggi dengan 38 pasien (46%) dengan nilai rata-rata total biaya medis langsung yaitu Rp. 4.114.749 dan diperoleh nilai ACER terendah sebesar Rp.69.792 sedangkan nilai ICER diperoleh dari antipsikotik kombinasi atypical+typical yaitu clozapine + chlorpromazine memiliki nilai ICER paling kecil atau negatif dengan nilai ICER sebesar -Rp. .5.360 sehingga dapat dijadikan rekomendasi alternatif pilihan terapi.