p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmasi Ikifa
Laela Febriana Laela Febriana
Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA (CEA) PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Sandrina Yanvar Putri Edita Sandrina Yanvar Putri Edita; Laela Febriana Laela Febriana; Riza Monasyifa Riza Monasyifa
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang menyebabkan seseorang dapat mengalami halusinasi, delusi, dan perubahan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biaya penggunaan antipsikotik pada pasien skizofrenia di RSUD dr. Harjono Ponorogo.Tingginya jumlah penderita gangguan jiwa dapat mempengaruhi peningkatan biaya yang semakin mahal, untuk mengurangi masalah pembiayaan kesehatan tersebut perlu analisis efektivitas biaya (CEA) dengan menghitung biaya medik langsung dan nilai ACER dan ICER. penelitian ini kuantitatif dengan rancangan deskriptif pengumpulan data secara retrospektif dengan data sekunder berupa rekam medis pada pasien rawat inap di RSUD dr. Harjono Ponorogo periode Januari 2021 – Desember 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah pasien laki-laki terbanyak yaitu 69 pasien (66%), usia tertinggi didapatkan pada usia 17-39 tahun dengan 74 pasien (71%). Efektivitas terapi antispikotik dilihat dari efektivitas penilaian skor PANSS pada pasien rawat inap yang terdiagnosa skizofrenia dengan terapi antipsikotik kombinasi typical-atypical yaitu clozapine + risperidone + chlorpromazine lebih cost effective karena memiliki efektivitas yang paling tinggi dengan 38 pasien (46%) dengan nilai rata-rata total biaya medis langsung yaitu Rp.  4.114.749 dan diperoleh nilai ACER terendah sebesar Rp.69.792 sedangkan nilai ICER diperoleh dari antipsikotik kombinasi atypical+typical yaitu clozapine + chlorpromazine memiliki nilai ICER paling kecil atau negatif dengan nilai ICER sebesar -Rp. .5.360 sehingga dapat dijadikan rekomendasi alternatif pilihan terapi.  
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Mungfarida Mustaghfiroh Mungfarida Mustaghfiroh; Laela Febriana Laela Febriana; Rosi Hayyu Anjani Rosi Hayyu Anjani
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis efektivitas biaya terapi antibiotik pada pasien diare di RSUD Dr. Harjono Ponorogo berdasarkan BPJS kelas I, II, III yang menggunakan antibiotik golongan sefalosporin generasi III. Tujuannya untuk menentukan terapi yang lebih cost-effective antara penggunaan antibiotik sefiksim dan sefotaksim pada pasien diare di instalasi rawat inap RSUD Dr. Harjono Ponorogo berdasarkan nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) pada pasien diare yang dirawat inap di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif terhadap 100 data rekam medis pasien diare anak (usia 0-18 tahun) yang menjalani rawat inap periode Januari-November 2024. Efektivitas terapi diukur berdasakan lama rawat inap dan efektivitas biaya dilihat berdasarkan perhitungan ACER dan ICER. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata lama rawat inap dari ketiga kelas BPJS sebesar ±3 hari dan terapi antibiotik sefiksim merupakan terapi antibiotik yang paling cost-effective. Nilai ACER terendah pada antibiotik sefiksim BPJS kelas III sebesar Rp 459.673 dengan nilai ICER sebesar -Rp 142.141. Kesimpulan penelitian ini, terapi antibiotik sefiksim pada BPJS kelas III menunjukkan nilai yang lebih cost-effective sebesar –Rp 142.141 dibandingkan sefotaksim pada pasien diare rawat inap. Namun, berdasarkan rata-rata lama rawat inap menunjukkan hasil yang tidak berbeda secara signifikan.dibandingkan antibiotik sefotaksim.