This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmasi Ikifa
Rosi Hayyu Anjani Rosi Hayyu Anjani
Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Mungfarida Mustaghfiroh Mungfarida Mustaghfiroh; Laela Febriana Laela Febriana; Rosi Hayyu Anjani Rosi Hayyu Anjani
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis efektivitas biaya terapi antibiotik pada pasien diare di RSUD Dr. Harjono Ponorogo berdasarkan BPJS kelas I, II, III yang menggunakan antibiotik golongan sefalosporin generasi III. Tujuannya untuk menentukan terapi yang lebih cost-effective antara penggunaan antibiotik sefiksim dan sefotaksim pada pasien diare di instalasi rawat inap RSUD Dr. Harjono Ponorogo berdasarkan nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) pada pasien diare yang dirawat inap di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif terhadap 100 data rekam medis pasien diare anak (usia 0-18 tahun) yang menjalani rawat inap periode Januari-November 2024. Efektivitas terapi diukur berdasakan lama rawat inap dan efektivitas biaya dilihat berdasarkan perhitungan ACER dan ICER. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata lama rawat inap dari ketiga kelas BPJS sebesar ±3 hari dan terapi antibiotik sefiksim merupakan terapi antibiotik yang paling cost-effective. Nilai ACER terendah pada antibiotik sefiksim BPJS kelas III sebesar Rp 459.673 dengan nilai ICER sebesar -Rp 142.141. Kesimpulan penelitian ini, terapi antibiotik sefiksim pada BPJS kelas III menunjukkan nilai yang lebih cost-effective sebesar –Rp 142.141 dibandingkan sefotaksim pada pasien diare rawat inap. Namun, berdasarkan rata-rata lama rawat inap menunjukkan hasil yang tidak berbeda secara signifikan.dibandingkan antibiotik sefotaksim.