p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmasi Ikifa
Laela Febriana
Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANALGESIK PADA PASIEN PASCA BEDAH FRAKTUR DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Thalia Salsadilla Prameswari; Laela Febriana; Arikha Ayu Susilowati
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur merupakan kondisi hilangnya kontinuitas tulang yang memerlukan penanganan bedah dan terapi analgesik. Penelitian ini menganalisis efektivitas biaya terapi analgesik pada pasien pasca bedah fraktur di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Desain penelitian deskriptif retrospektif dengan sampel 100 rekam medis pasien periode Maret–November 2024. Data dianalisis menggunakan perhitungan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil menunjukkan mayoritas pasien laki-laki (57%) berusia 56–65 tahun (21%). Ketorolak menjadi analgesik paling banyak digunakan (78%) dan paling efektif (82,02% pasien mencapai NRS <4). Meskipun biaya medis langsung tertinggi (Rp2.888.764), Ketorolak memiliki ACER terendah (Rp3.522), menunjukkan cost-effectiveness terbaik dibanding Santagesik (ACER Rp21.309) dan Rativol (ACER Rp44.735). Kesimpulan: Ketorolak merupakan analgesik paling cost-effective untuk pasien pasca bedah fraktur. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pemilihan terapi analgesik yang optimal.
ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PADA PRODUK JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KOTA MADIUN MENGGUNAKAN METODE KLT DAN HPLC laily sulistiana; Nurrizka Kurniawati; Laela Febriana
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya penggunaan jamu pegal linu di masyarakat diiringi dengan kekhawatiran penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) secara ilegal, seperti parasetamol dan deksametason, untuk memberikan efek instan. Praktik ini berbahaya bagi kesehatan konsumen dan melanggar peraturan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar BKO parasetamol dan deksametason dalam jamu pegal linu yang beredar di Kota Madiun.Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan 5 sampel jamu pegal linu. Analisis kualitatif dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mengidentifikasi keberadaan BKO. Analisis kuantitatif dilakukan dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) untuk menentukan kadarnya. Fase gerak KLT yang digunakan adalah kloroform:metanol (8:1), sedangkan fase gerak HPLC adalah metanol:air (60:40).  Uji kualitatif dengan KLT menunjukkan bahwa 2 dari 5 sampel (Sampel A dan B) positif mengandung parasetamol dan deksametason, sementara 3 sampel lainnya (C, D, E) negatif. Uji kuantitatif dengan HPLC pada sampel positif menunjukkan kadar rata-rata parasetamol sebesar 49,41 ppm dan kadar rata-rata deksametason sebesar 38,51 ppm.Ditemukan adanya praktik penambahan BKO ilegal (parasetamol dan deksametason) pada dua merek jamu pegal linu yang beredar di Kota Madiun. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dari Badan POM dan edukasi kepada masyarakat untuk memastikan keamanan produk jamu tradisional.