Jurnal Farmasi Ikifa
Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANALGESIK PADA PASIEN PASCA BEDAH FRAKTUR DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. HARJONO PONOROGO

Thalia Salsadilla Prameswari (Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun)
Laela Febriana (Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun)
Arikha Ayu Susilowati (Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2025

Abstract

Fraktur merupakan kondisi hilangnya kontinuitas tulang yang memerlukan penanganan bedah dan terapi analgesik. Penelitian ini menganalisis efektivitas biaya terapi analgesik pada pasien pasca bedah fraktur di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Desain penelitian deskriptif retrospektif dengan sampel 100 rekam medis pasien periode Maret–November 2024. Data dianalisis menggunakan perhitungan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil menunjukkan mayoritas pasien laki-laki (57%) berusia 56–65 tahun (21%). Ketorolak menjadi analgesik paling banyak digunakan (78%) dan paling efektif (82,02% pasien mencapai NRS <4). Meskipun biaya medis langsung tertinggi (Rp2.888.764), Ketorolak memiliki ACER terendah (Rp3.522), menunjukkan cost-effectiveness terbaik dibanding Santagesik (ACER Rp21.309) dan Rativol (ACER Rp44.735). Kesimpulan: Ketorolak merupakan analgesik paling cost-effective untuk pasien pasca bedah fraktur. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pemilihan terapi analgesik yang optimal.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jfi

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Farmasi IKIFA adalah forum untuk publikasi karya berkualitas dan orisinal yang membuka diskusi dalam bidang farmasi atau sub-disiplin ilmu ...