Elmi Muftiana
STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Kandungan Hidrokuinon Dalam Krim Malan Yang Dijual Secara Online Dengan Menggunakan Spektrofotometri UV – Vis Govan Hanif Sasongko; Dwi Fitriani; Elmi Muftiana; Fahmi Wafiq Khoirunnisa; Fauziah Noer Jannah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrokuinon ialah satu bahan yang dipakai jadi campuran pada krim pemutih dilaksanakan oknum dengan tak bertanggung jawab. Efek yang ditimbulkan iritasi pada kulit, vitiligo juga okrosis eksogen (hiperpigmentasi kulitnya). bertujuan untuk mengidentifikasi hidrokuinon dalam sampel krim malam memakai metode spektrofotometri UV-VIS. penelitian kali ini memakai metode Identifikasi kualitatif yakni reaksi warna, panjang gelombang maksimum, panjang gelombang kurva standart, Penentuan kadar hidroquinon dalam sampel krim malam. pada hasil Identifikasi kualitatif dengan reaksi warna menunjukan pada sampel E dan TA berwarna hitan dan pada sampel TH berwarna kuning. Pada panjang gelombang maksimum mendapatkan hasil 295nm. Hasil Panjang Gelombang Kurva Standart memperoleh nilai r = 0,9886. Pada hasil Penentuan kadar hidroquinon dalam sampel krim malam yang menunjukan pada sampel E 2,44%, TA 2,07%, TH 0,86%. Kesimpulan pada penelitian kali ini yaitu hasil dari identifikasi kualitatif dengan reaksi warna, pada sampel E dan TA mengandung hidroquinon sedangkan sampel TH tidak mengandung hidroquinon. Pada penentuan panjang gelombang maksimum mendapatkan hasil 295 nm yang memenuhi standat. Pada penentuan uji kurva standart 10,12,14 ppm mendapatkan nilai y = 0,0215x – 0,0627 juga nilai r = 0,9886 nilai r yang menunjukan mendekati 1 memenuhi standart. Pada kadar hidroquinon mendapatkan hasil pada sampel E 2,44% , TA 2,07% yang tidak memenuhi standart sedangkan pada sampel TA 0,86% yang memenuhi standart.
Analisis In Silico Senyawa Tapak Dara (Catharanthus Roseus L.) pada reseptor Checkpoint Kinase 1 Sebagai Antikanker Govan Hanif Sasongko; Jupita; Adinda Nissa Hardianti; Elmi Muftiana; Nabil Karomah; Sela
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan suatu penyakit yang berasal dari adanya pertumbuhan sel tubuh yang progresif dan abnormal. Tanaman tapak dara mengandung senyawa-senyawa yang diprediksi berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini mengeksplorasi potensi senyawa dari tanaman tapak dara (Catharanthus roseus L.) jadi agen antikanker melalui pendekatan in silico, dengan fokus pada penghambatan protein Checkpoint Kinase 1 (Chk1) serta prediksi profil farmakokinetik dan toksisitas. Proses penelitian melibatkan pengunduhan struktur makromolekul Chk1 (PDB ID:2R0U) dari Protein Data Bank dan preparasi memakai Discovery Studio. Struktur 3D dari senyawa tapak dara diunduhkan dari PubChem dan dikonversikan ke format PDB memakai Open Babel 3.1.1. Penambatan molekuler dilakukan dengan PyRx, dan analisis interaksi dilakukan dengan Discovery Studio. Prediksi lipinski’s dan toksisitas senyawa diprediksi menggunakan pkCSM dengan parameter drug-likeness berdasarkan aturan Lipinski’s dan toksisitas. Perolehan didapatkan yakni senyawa serpentine punya energi afinitas (ΔG) dengan paling rendah yaitu -10,3 kkal/mol terhadap protein 2R0U. Pada pengujian Lipinski’s, senyawa serpentin melebihi dari dua aturan Lipinski’s yang tak sesuai dan tergolong kategori II (toksik). Senyawa yang dapat memenuhi aturan Lipinski’s dan juga pengujian toksisitas dari senyawa tapak dara yaitu senyawa lochnericin yang masuk dalam kategori III (non toksik).