Kanker merupakan suatu penyakit yang berasal dari adanya pertumbuhan sel tubuh yang progresif dan abnormal. Tanaman tapak dara mengandung senyawa-senyawa yang diprediksi berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini mengeksplorasi potensi senyawa dari tanaman tapak dara (Catharanthus roseus L.) jadi agen antikanker melalui pendekatan in silico, dengan fokus pada penghambatan protein Checkpoint Kinase 1 (Chk1) serta prediksi profil farmakokinetik dan toksisitas. Proses penelitian melibatkan pengunduhan struktur makromolekul Chk1 (PDB ID:2R0U) dari Protein Data Bank dan preparasi memakai Discovery Studio. Struktur 3D dari senyawa tapak dara diunduhkan dari PubChem dan dikonversikan ke format PDB memakai Open Babel 3.1.1. Penambatan molekuler dilakukan dengan PyRx, dan analisis interaksi dilakukan dengan Discovery Studio. Prediksi lipinski’s dan toksisitas senyawa diprediksi menggunakan pkCSM dengan parameter drug-likeness berdasarkan aturan Lipinski’s dan toksisitas. Perolehan didapatkan yakni senyawa serpentine punya energi afinitas (ΔG) dengan paling rendah yaitu -10,3 kkal/mol terhadap protein 2R0U. Pada pengujian Lipinski’s, senyawa serpentin melebihi dari dua aturan Lipinski’s yang tak sesuai dan tergolong kategori II (toksik). Senyawa yang dapat memenuhi aturan Lipinski’s dan juga pengujian toksisitas dari senyawa tapak dara yaitu senyawa lochnericin yang masuk dalam kategori III (non toksik).
Copyrights © 2025