Afriani
Institut Sains Al Qur`an Syekh Ibrahim Pasir Pangaraian

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Zihār Dalam Tafsir Adhwā’ Al-Bayān Fi Tafsīr Al-Qur’ān Bi Al-Qur’ān Karya Muhammad Al-Amin Al-Mukhtar Asy-Syinqiti Afriani; Selvina Sari; Elviani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.516

Abstract

Zihār merupakan praktik lisan dalam rumah tangga yang berasal dari tradisi Arab pra-Islam, di mana seorang suami menyerupakan istrinya dengan perempuan yang haram dinikahi secara permanen, sehingga menimbulkan ketidakjelasan status hukum dan ketidakadilan bagi perempuan. Islam secara tegas menghapus praktik tersebut melalui Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Mujādilah ayat 2–4, dengan menetapkan zihār sebagai ucapan mungkar dan tidak sah sebagai bentuk talak. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep zihār berdasarkan penafsiran Muhammad al-Amīn al-Mukhtār asy-Syinqīṭī dalam kitab Adhwā’ al-Bayān fī Tafsīr al-Qur’ān bi al-Qur’ān. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis deskriptif-analitis terhadap teks tafsir, ayat-ayat zihār, serta implikasi hukumnya dalam perspektif hukum keluarga Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa asy-Syinqīṭī menegaskan keharaman zihār, menolak kedudukannya sebagai talak, serta menetapkan kafārat sebagai mekanisme korektif yang bersifat edukatif, melindungi hak perempuan, dan menegakkan keadilan rumah tangga. Dengan demikian, konsep zihār dalam tafsir Adhwā’ al-Bayān menegaskan prinsip keadilan, perlindungan martabat perempuan, dan tanggung jawab moral dalam hukum keluarga Islam