Hafsawati Dayana Zakiah Husin
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Definisi dan Tingkatan Konflik: Analisis Konseptual dan Kontekstual dengan Pendekatan Literatur Review Oktavia Setia Ningrum; Muhammad Ainul Yaqin; Hafsawati Dayana Zakiah Husin; Mu’alimin
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.539

Abstract

Konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam interaksi sosial, baik di ranah pendidikan, organisasi, maupun masyarakat. Jika tidak dikelola dengan tepat, konflik berpotensi menghambat pembangunan sosial dan mengganggu proses pendidikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai model, sumber, serta strategi resolusi konflik yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana model pengelolaan konflik diterapkan dalam berbagai konteks, serta faktor apa saja yang menentukan keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel dari database jurnal nasional menggunakan kata kunci manajemen konflik, resolusi konflik, dan model pengelolaan konflik. Dari 25 artikel awal yang diidentifikasi, sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil review menunjukkan bahwa model kolaboratif efektif di lembaga pendidikan karena mampu membangun komunikasi antarsiswa dan menciptakan budaya saling menghargai. Sementara itu, konflik sosial dan agraria memerlukan pendekatan kreatif, historis, dan hukum untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan. Strategi yang paling sering digunakan adalah mediasi, pendidikan toleransi, serta pelatihan berbasis komunitas. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa tidak ada satu model tunggal yang dapat menyelesaikan semua konflik. Arah riset selanjutnya perlu menekankan integrasi model lintas disiplin, partisipasi aktor lokal, serta evaluasi jangka panjang agar tercipta perdamaian yang berkelanjutan.