Dewasa ini proses pemeliharaan broiler banyak menggunakan bahan kimia yang dapat menyebabkan resistensi antibiotik apabila dikonsumsi manusia, usaha yang bisa dilaksanakan ialah secara mengganti bahan kimia dengan bahan herbal. Target penelitian ini ialah guna mengkaji dampak pemberian jamu fermentasi dalam ransum komer- sial pada kualitas organoleptik daging broiler serta mengetahui level terbaik yang disukai oleh panelis. Penelitian ini dilaksanakan sejak Juli-Agustus 2023 di Banjar Jambe Baleran, Kabupaten Tabanan, Bali. Uji organoleptik diselenggarakan di Fakultas Peternakan Universitas Udayana Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikro- biologi. Jamu fermentasi yang dipakai ialah jamu yang dibuat sendiri dari beberapa bahan, yaitu: jahe, kunyit putih, temulawak, gula aren, susu segar, nanas, dan air yang difermentasi secara alami. Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang mencakup 4 tindakan serta 4 pengulangan. Untuk tindakan P0 tanpa jamu, P1 sebanyak 2% dari berat ransum, P2 sebanyak 4% serta P4 sebanyak 6%. Variabel yang dikaji di penelitian ini ialah kualitas organoleptik (aroma, warna, keempukan, tekstur, penerimaan keseluruhan serta citarasa). Hasil penelitian menunjukkan bah- wa pemberian jamu fermentasi dapat meningkatkan kesukaan panelis pada keempukan, warna, serta penerimaan keseluruhan dengan nilai tertinggi pada perlakuan P3, tetapi tidak berdampak pada tekstur, aroma, serta citarasa. Disimpulkan bahwa pemberian jamu fermentasi bisa meninggikan kualitas organoleptik pada daging broiler de- ngan tingkat kesukaan tertinggi pada level 6%.