Penelitian ini berujuan untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran matematika dan referensi kepada pembaca yang berhubungan dengan pengaruh metode Mind Mapping terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Pembelajaran matematika merupakan proses interaksi antara guru, peserta didik, metode, dan media pembelajaran yang bertujuan untuk melatih serta mengembangkan kemampuan berfikir kritis peserta didik dalam memahami konsep dan menyelesaikan masalah secara sistematis.Mind Mapping merupakan suatu metode pembelajaran yang menggunakan teknik mencatat yang kreatiif, dan juga efektif yang akan menghasilkan pemetaan pikiran-pikiran sehingga terbentuk rute retur guna untuk memudahkan peserta didik dalam pemecahan masalah, mengingat dan juga melakukan sesuatu pada saat sedang berfikir. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Kelompok eksperimen diajar menggunakan model Mind Mapping kemudian kelompok pembanding diajar menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen lebih tinggi (68.80%) dibandingkan post-test kelas pembanding dengan rata-rata nilai post-test kelas pembanding (60.80%). Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan terhadap model Mind Mapping terhadap pemahaman konsep bangun datar pada kelas V UPT SPF SD Inpres Tamamaung III. Hal ini dikuatkan dengan hasil observasi pembelajaran dengan nilai rata-rata sebesar pada kelas eksperimen lebih tinggi sebesar (65.6%) dibandingkan kelas pembanding sebesar (62,3%) yang menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen peserta didik sangat antusias dan lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung yang meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada peserta didik.