Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan tentang perubahan iklim dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ProKlim di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian korelasi. Populasi penelitian berasal dari Kepala Keluarga (KK) berjumlah 999 KK, dari 3 desa yang menjalankan ProKlim, yaitu Alue Deah Teungoh, Surin, dan Lambung. Jumlah sampel 104 responden dari setiap KK. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menyimpulkan tidak terhadap hubungan signifikan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dengan partisipasi masyarakat dalam ProKlim di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Pengaruh pengetahuan perubahan iklim terhadap partisipasi masyarakat dalam ProKlim hanya sebesar 2,8 persen, meskipun tingkat pengetahuan tentang perubahan iklim pada mayoritas dengan 75% telah baik sedangkan tingkat partisipasi masyarakat dalam ProKlim juga baik dengan mayoritas 73%. Pemberdayaan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ProKlim perlu mempertimbangkan aspek lainnya selain peningkatan pengetahuan, karena tidak menentukan keberlangsungan ProKlim. ABSTRACT The study aims to determine the relationship between knowledge about climate change and community participation in ProKlim activities in Meuraxa District, Banda Aceh City. The research uses a quantitative approach to correlation research design. The research population comes from 999 families from 3 villages that run ProKlim, namely Alue Deah Teungoh, Surin, and Lambung. The number of samples was 104 respondents from each household. Data collection using questionnaires. Data analysis using the Spearman Rank correlation test. The results of the study concluded that there was no significant relationship between knowledge about climate change and community participation in ProKlim in Meuraxa District, Banda Aceh City. The influence of climate change knowledge on community participation in ProKlim was only 2.8 percent, although the level of knowledge about climate change in the majority with 75% was good while the level of community participation in ProKlim was also good with a majority of 73%. Empowering community participation in ProKlim activities needs to consider other aspects besides increasing knowledge, because it does not determine the sustainability of ProKlim.